Pengertian Debat: Tujuan, Etika, Unsur, Jenis, Ciri, Norma

Diposting pada

Pengertian Debat: Tujuan, Etika, Unsur, Jenis, Ciri, Norma – Pada dasarnya debat merupakan suatu latihan atau praktik persengketaan dan kontroversi. Debat merupakan suatu argumen untuk menentukan baik tidaknya suatu usul tertentu yang didukung oleh satu pihak yang disebut pendukung atau alternatif, dan ditolak, disangkal oleh pihak lain yang disebut penyangkalan atau negatif. Biasanya ada dua tim yang masing-masing mempunyai tiga orang anggota.

Setelah batasan setiap istilah ditentukan, maka kedua tim tersebut mempersiapkan laporan-laporan singkat mereka yang ada kaitannya dengan masalah-masalah yang bersangkutan. Pembicara pertama mengemukakan kasus bagi afirmatif  serta menyatakan masalah-masalah yang harus di perhatikan oleh kedua rekannya. Begitupula pihak negatif pun membuat persiapan yang sama. Seorang pembicara, penangkis atau penyangkal pun dipilih dari pihak, dan setelah pidato-pidato resmi disajikan, para pembicara penangkas pun mengemukakan sangkaln-sangkalan mereka. Suatu persiapan yang matang jelas sangat diperlukan.


Tujuan Debat

Pengertian Debat : Tujuan, Etika, Unsur, Jenis-Jenis, Ciri-Ciri!

  1. Dalam debat, ada beberapa tujuan yang hendak dicapai. Pertama, memenangkan argumentasi diri atas orang lain. Dengan begitu gagasan yang ditawarkan seseorang dapat dipertimbangkan atau dipilih oleh orang yang menyimak suatu debat.
  2. Menunjukkan kelebihan atau kebenaran argumentasi diri terhadap orang lain. Dengan begitu, dapat terlihat di mana kelebihan ide gagasan yang ditawarkan.
  3. Menanggapi suatu persoalan dengan sudut pandang yang berbeda dengan orang lain. Dengan demikian, orang lain dapat memahami maksud atau ulasan ide gagasan kita sehingga membuka cakrawala berpikir atau sudut pandang lainnya.

Etika Dalam Debat

  1. Ketika kalian tengah menjadi peserta debat, ada beberapa etika yang harus kalian pegang. Pertama, bertanya secara serius. Artinya, kalian harus sungguh-sungguh bertanya kepada lawan debat, membandingkan paparannya dengan data-data yang memang sudah kalian himpun.
  2. Kalian tidak boleh menyerang atau menyinggung kekurangan fisik lawan debat. Didalam debat yang paling utama adalah pertarungan ide gagasan. Oleh sebab itu, ketika kalian ingin menyerang lawanmu dalam debat maka kalian harus menyerang ide gagasannya, bukan fisik lawan debatmu.
  3. Utamakan data dan fakta. Untuk dapat mematahkan argumentasi lawanmu, kalian harus mengadu argumentasinya dengan data dan fakta. Jangan adu ide gagasan lawanmu dengan informasi-informasi yang belum jelas juntrungannya atau hoaks.
  4. Ikuti aturan main yang sudah ditentukan. Setiap pelaksanaan debat pasti terdapat aturan main yang telah ditetapkan oleh penyelenggaranya. Mulai dari batas bicara, aturan menyanggah lawan debatmu, hingga tata cara bertanya. Kalian harus mengikuti segala aturan debat itu.

Unsur-Unsur Debat

  • Memiliki mosi. Pengertian dari mosi ialah topik atau bahasan yang akan diperdebatkan dan mempunyai sifat konvensional. Mosi sangat penting dalam debat karena di dalam debat terdapat pihak-pihak yang pro dan kontra terhadap suatu hal.
  • Debat harus memiliki pihak pro atau afirmatif. Artinya, dalam debat harus ada pihak-pihak yang setuju terhadap mosi. Biasanya, pihak pro akan memberikan pidatonya terlebih dahulu. Isi dari pidatonya terkait alasan mendukung mosi yang diangkat dalam debat.
  • Ada pihak oposisi atau pihak kontra. Pihak oposisi pada dasarnya merupakan pihak-pihak yang tidak setuju dengan mosi. Pihak ini berupaya untuk menyanggah atau mengkritik pernyataan-pernyataan dari pihak pro atau bahkan mosi yang diangkat dalam debat.
  • Adanya pihak netral. Keberadaan pihak netral penting dalam debat untuk memberikan suatu pandangan objektif yang pastinya tidak memihak salah satu pihak, antara pro dan oposisi.
  • Didalam perdebatan harus ada seorang moderator yang bertugas memimpin jalannya perdebatan. Ia pun bertugas menertibkan jalannya debat, membacakan mosi yang diangkat, serta mengenalkan pihak-pihak yang akan berdebat kepada penonton atau penyimak debat.
  • Ada notulen. Tugas dari notulen dalam debat ialah mencatat keseluruhan proses debat. Ia juga harus mencatat dan merumuskan isi argumentasi dari pihak-pihak yang tengah berdebat, baik itu pihak pro, kontra, maupun netral. Di akhir debat, notulen bertugas memberikan kesimpulan atas hasil perdebatan yang telah dilakukan.

Jenis-Jenis Debat

Berdasarkan bentuk maksud dan metodenya debat diklasifikasikan menjadi: (a). Debat parlementer/majelis; (b). Debat pemeriksaan ulangan untuk mengetahui kebenaran pemeriksaan terdahulu; dan (c). Debat formal, konvensional, atau debat pendidikan.

Ketiga tipe ini dipergunakan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, namun debat parlementer merupakan ciri-ciri badan legislatif. Debat pemeriksaan ulangan merupakan suatu teknik yang dikembangkan dikantor pengadilan dan debat formal berdasarkan konversi debat bersama secarapolitis.


  1. Debat Majelis atau Debat Parlementer

Tujuan dari debat majelis merupakan untuk memberikan dukungan bagi undang-undang tertentu dan semua anggota yang ingin menyatakan pandangan dan pendapatnya. Untuk berbicara mendukung atau menentang usul tersebut setelah mendapat izin dari majelis. Pembatasan waktu perdebatan dapat diatur oleh tindakan parlementer majelis itu.


  1. Debat Pemeriksaan Ulangan

Debat ini merupakan suatu bentuk perdebatan yang lebih sulit dan menuntut persiapan yang lebih matang dari pada gaya perdebatan formal.prosedurnya merupakan sebagai berikut:

  • Pembicara afirmatif yang pertama menyampaikan pidato resminya. Segera setelah itu, dia diperiksa dengan teliti oleh pembicara negatifyang pertama.
  • Setelah tujuh menit pemeriksaan, sang penanya diberi kesempatan selama empat menit untuk menyajikan kepada para pendengar pengakuan-pengakuan apa yang telah diperolehnya dengan pemeriksaan ulang itu. Dia dibatasi pada apa-apa yang telah diperolehnya secara aktual dengan pengakuan-pengakuan itu, dan tidak diperkenankan memperkenalkan fakta-fakta atau argumen-argumen baru.
  • Selanjutnya, anggota pembicara negatif yang kedua mengemukakan kasus negatif, dan seterusnya diteliti ulang oleh pembicara afirmatif yang kedua. Teknik ini memang agak sulit dan menuntut keterampilan berbahasa yang tinggi yang ada hubungannya dengan pokok permasalahannya.

Maksud dan tujuan debat ini merupakan mengajukan beberapa pertanyaan yang satu dan lainnya berhubungan erat. Hal itu menyebabkan para individu yang ditanya menunjang posisi yang hendak ditegakkan dan diperkokoh oleh sang penanya. Setiap pertanyaan haruslah disampaikan dengan tepat dan jawabanya haruslah singkat, lebih disukai ya atau tidak. Batas waktu dari setiap pembicara telah ditetapkan sebelumnya, biasanya 8-15 menit perorang.


  1. Debat Formal

Tujuan debat formal merupakan untuk memberikan kesempatan kedua tim pembicara untuk mengemukakan sejumlah argumen, yang menunjang atau membantah suatu usul kepada para pendengar. Setiap pihak diberikan jangka waktu yang sama bagi pembicara konstruktif dan bantahan.


Debat Menurut Para Ahli

  • Dori wuwur hendrikus

Menurut beliau debat merupakan saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan untuk satu pihak.


  • S. Kamdhi

Menurut j. S. Kamdhi (1995), pengertian debat merupakan suatu pembahasan atau tukar pendapat tentang suatu pokok masalah dimana setiap peserta memberikan alasan untuk mempertahankan pendapatnya.


  • Henry guntur tarigan

Menurut beliau pengertian debat merupakan suatu kegiatan saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia untuk menentukan baik tidaknya suatu usulan tertentu yang didukung suatu pihak (pendukung) dan disangkal oleh pihak lainnya (penyangkal).


  • Asidi dipodjojo

Menurut asidi dipodjojo, pengertian debat merupakan suatu proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat. Setiap pihak yang berdebat menyatakan argumen dan alasan dengan cara tertentu agar pihak lain percaya kepadanya.


  • Sukadi

Menurut g. Sukadi, definisi debat merupakan suatu kegiatan saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.


Ciri-Ciri Debat

  1. Terdapat sudut pandang yang berbeda, yaitu afirmatif atau pihak yang setuju dengan topik debat dan pihak yang tidak setuju.
  2. Adanya proses saling mempertahankan pendapat antara masing-masing pihak yang berdebat.
  3. Terjadi proses adu argumentasi untuk mempertahankan pendapat masing-masing pihak.
  4. Adanya sesi tanya-jawab dengan waktu terbatas dimanat tujuannya untuk saling menjatuhkan lawan debat.
  5. Terdapat pihak penengah, yaitu moderator debat.
  6. Hasil debat didapatkan melalui keputusan juri atau voting.

Norma-Norma Dalam Berdebat dan Bertanya

  1. Pembicara hendaknya memiliki

  • Pengetahuan mengenai pokok pembicaraan.
  • Kemampuan menganalisis.
  • Pengertian mengenai prinsip-prinsip argumentasi.
  • Apresiasi terhadap kebenaran fakta-fakta.
  • Kecakapan menemukan buah pikiran.
  • Keterampilan dalam membuktikan kesalahan.
  • Keterarahan, kelancaran dalam penyampaian pidato (mulgrave, 1954:75).

  1. Norma-norma bertanya

  • Mengetahui yang akan didiskusikan sebelum bertanya.
  • Bersungguh-sungguh dalam mencari informasi.
  • Janganlah kita ingin menguji pembicara.
  • Singkat dan tepat.
  • Tidak terlalu berbelit-belit.
  • Hindarkan pertanyaan dari prasangka emosional.
  • Pertanyaan mempunyai tujuan tertentu yaitu mencari penjelasan dan fakta-fakta yang telah dikemukakan pembicara.
  • Ajukanlah pertanyaan-pertanyaan khusus.
  • Hindarilah cara berfikir yang tidak masuk akal dengan tidak untuk mendemonstrasikan keterampilan kita sendiri.

Penggunaan Debat

  • Perundang-undangan

Amandemen-amandemen dapat diketengahkan dan debat perlu tidaknya mengenai amandemen-amandemen akan mendahului tindakan yang akan diambil terhadapnya. Kalau dalam perdebatan kedua belah pihak mengemukakan suatu analisis yang lengkap mengenai kegunaan dan kelemahan rencana undang-undang itu, maka para pembuat undang-undang (legislator) haruslah siap melaksanakan pemungutan suara (voting) terhadap masalah itu.


  • Politik

Selama kampanye-kampanye politik berlangsung, debat-debat bersama memudahkan para pemilih atau pemberi suara mendengar para calon yang bertentangan saling mempertahankan pendapat dan menyerang kelemahan lawan.

  • Bisnis

Dewan pimpinan dan komite-komite eksekutif dalam suatu perusahaan, disamping diskusi, mempergunakan juga debat untuk memperoleh keputusan dalam berbagai kebijakan.


  • Hukum

Dalam kantor-kantor pengadilan, kehidupan seseorang sering kali tergantung pada debat yang terjadi antara pihak penuntut dan pembela, dimuka dewan juri atau hakim, hak-hak milik, hak-hak penduduk, tuntutan-tuntutan kerugian, dan banyak lagi masala h kewarganegaraan yang membutuhkan keputusan hakim.


  • Pendidikan

Pada beberapa kampus perguruan tinggi di universitas, debat telah menjadi suatu sarana penting untuk memperkenalkan komunitas atau masyarakat tersebut dengan masalah-masalah yang hangat diperbincangkan dalamkehidupan sehari-hari. Debat yang demikian bermanfaat sekali apabila dibarengi oleh komentor-komentor yang terperinci, analitis oleh suatu panel yang terdiri dari tiga atau empat orang ahli dan dilanjutkan dengan forum tanya jawab. (mulgrave, 1954 :64-65).

Demikian sedikit pembahasan mengenai Pengertian Debat: Tujuan, Etika, Unsur, Jenis, Ciri, Norma semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare :).

Baca juga artikel lainnya tentang: