Fungsi Retina

Apa Fungsi dari Retina, Penyakit Beserta Gejalanya?

Diposting pada

Apa Fungsi dari Retina, Penyakit Beserta Gejalanya? – Mata adalah indera penglihatan manusia. Ada bagian mata, salah satunya adalah retina. Retina memainkan peran penting dalam proses visual.

Retina memiliki fungsi yang sangat penting. Singkatnya, retina mata digunakan untuk membuat gambar benda, yang kemudian dikirim ke otak oleh saraf mata.

Untuk mengetahui hal ini lebih jelas, kami telah mengumpulkan informasi tentang fungsi retina dari berbagai sumber. Berikut ulasan lengkapnya.


Fungsi Retina

Fungsi retina erat kaitannya dengan penglihatan. Sel basil dan kerucut, yang bertindak sebagai reseptor cahaya, atau reseptor, memberikan visualisasi dari apa yang dilihat mata. Di bagian belakang retina terdapat cakram optik yang biasa disebut titik buta.

Area titik buta pada retina berbentuk oval dan berukuran 3 milimeter persegi. Jika bayangan suatu benda jatuh di titik buta, disebut juga sebagai cahaya yang tidak diterima oleh dua sel, manusia tidak dapat melihat benda tersebut.

Retina memproses cahaya melalui lapisan sel fotoreseptor ini. Pada prinsipnya, sel yang sangat peka terhadap cahaya dapat merasakan warna dan intensitas cahaya dari suatu benda yang dilihat oleh mata.

Retina menerima dan memproses informasi yang dikumpulkan oleh sel-sel fotoreseptor ini dan meneruskannya ke otak. Nantinya, otaklah yang menentukan objek mana yang dilihat dari informasi tersebut.

Karena peran penting retina dalam penglihatan, kerusakan dapat menyebabkan kebutaan permanen. Fungsi retina sebagian dapat dipengaruhi oleh terlepasnya retina dari mata.

Kondisi ini dikenal sebagai ablasi retina. Jika retina terlepas, retina tidak dapat menerima atau memproses cahaya datang. Karena itu, otak tidak dapat menerima informasi dari retina, yang pada akhirnya menyebabkan kebutaan.


Penyakit Pada Retina Mata

Sebagai bagian penting dari penglihatan kita, retina mata harus dilindungi dari ancaman penyakit yang dapat menginfeksi dan menghilangkan fungsi retina itu sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa penyakit pada retina mata dapat menyebabkan gangguan penglihatan, seperti: B. Gangguan penglihatan, gangguan penglihatan dan kehilangan penglihatan.

Secara umum penyakit mata retinal dapat diobati, namun proses pengobatannya cukup menyakitkan. Jenis pengobatannya disesuaikan dengan penyebab infeksinya. Pengobatan penyakit retinal bertujuan untuk menyembuhkan atau meringankan gejala yang disebabkan oleh penyakit retina.

Jika penyakit retina tidak segera diobati, dapat menyebabkan masalah penglihatan yang parah dan bahkan kebutaan. Masalah retina bisa disebabkan oleh beberapa hal. Beberapa faktor pencetusnya adalah penuaan, cedera mata, atau riwayat keluarga. Penyebab paling umum dari penyakit retina adalah robekan pada retina.

Robekan di retina dapat terjadi ketika benda bening seperti gel di tengah mata menyusut dan menarik retina dengan kekuatan yang cukup untuk merusak jaringan. Kondisi ini sering kali disertai dengan gejala yang muncul secara tiba-tiba. Misalnya, seolah-olah dia telah melihat jaring apung atau kilatan cahaya. Ada banyak penyebab lain dari penyakit retinal.


Gejala dan Cara Pengobatan Pada Retina Mata

Setelah berbicara tentang penyakit retina mata, perlu juga untuk mengidentifikasi gejala dan rute pengobatan yang benar. Adapun tanda atau gejala bila retina mengalami masalah seperti: B. Bercak atau gambar menyerupai sarang laba-laba yang mengambang dan penglihatan kabur.

Selain itu, ada gejala lain seperti penglihatan samping melemah dan kehilangan penglihatan. Tanda dan gejala penyakit retinal bisa muncul di salah satu atau kedua mata.

Untuk mendiagnosis seseorang yang menderita penyakit retina atau tidak, dokter mata biasanya melakukan wawancara medis, pemeriksaan mata fisik untuk mengetahui kelainan pada bagian mata tertentu, dan pemeriksaan penunjang.

Jika Anda telah didiagnosis dengan penyakit retinal, pengobatan harus segera diberikan untuk menghentikan atau memperlambat perkembangan penyakit dan untuk mempertahankan, memperbaiki, atau memulihkan penglihatan. Penyebabnya adalah kerusakan yang telah terjadi tidak dapat diperbaiki sehingga deteksi dini menjadi sangat penting.


Macam-macam Penyakit Retina

  • Ablasio Rtina

Retinal detachment adalah robekan / lepasnya retina yang mengandung sel basil dan kerucut. Hal ini menyebabkan masuknya cairan kaca di belakang lapisan ini dan memperburuk retakan yang ada. Penyebab ablasi retina adalah trauma, retina tipis dan spontan. Insiden ablasi retina meningkat dengan faktor risiko warisan keluarga, mata minus, operasi mata intraorbital. Gejala berupa bintik hitam mengambang (floaters) yang terlihat seperti ada petir dan pandangan seperti tertutup / sebagian tidak ada.


  • Retinipati Diabetika

Diabetes melitus menyebabkan pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk pembuluh mata, menjadi rapuh sehingga mudah bocor. Ketika pembuluh darah ini bocor, komplikasi terjadi pada mata, terutama pada vitreous humor dan retina. Komplikasi ini bisa berupa bocornya pembuluh darah, menyebabkan perdarahan dan pembengkakan pada makula (pusat penglihatan). Jika timbul komplikasi yang mengganggu penglihatan, pembedahan harus segera dilakukan.


  • Retinopati Pada Bayi Prematur

Penyakit retina ini terjadi pada bayi yang lahir kurang dari 30 minggu dengan berat badan kurang dari 1.500 gram. Faktor risiko retinopati prematur adalah konsumsi oksigen jangka panjang> 7 hari dan bayi tidak langsung menangis saat lahir.

Bayi yang lahir saat lahir dan / atau berat badan kurang harus diperiksa retina-nya karena pertumbuhan pembuluh darah tidak sempurna pada bayi prematur dan berat badan kurang dan pembuluh darah baru berkembang. Akibatnya penglihatan anak tidak berkembang secara normal bahkan bisa menyebabkan kebutaan jika retina terlepas.


  • Retinitis Pigmentosa

Retinitis pigmentosa adalah penyakit keturunan, genetik. Pada penyakit ini, fotoreseptor di retina mengalami malfungsi, sehingga penderita mengalami gangguan penglihatan.


  • Retinoblastom

Retinoblastoma adalah penyakit retina yang serius karena merupakan kanker mata. Kanker ini dimulai di retina, yang dipicu oleh perubahan genetik pada sel saraf.

Sel-sel saraf ini terus berkembang menjadi tumor sementara sel-sel saraf normal tertutupi. Retinoblastoma umumnya menyerang anak-anak, tetapi ada kemungkinan juga orang dewasa terpengaruh.

Gejala berupa mata bengkak dan merah, serta bintik putih yang terlihat di tengah bola mata saat terkena cahaya. Sejauh ini, penyebab kanker mata ini belum diketahui. Namun, menurut American Cancer Society, retinoblastoma adalah penyakit mata yang sangat langka.


  • Degenerasi Makula

Penyakit ini dipengaruhi oleh usia seseorang. Umumnya orang berusia di atas 50 tahun yang mengalaminya. Penyebabnya adalah kerusakan bagian tengah retina, yang disebut makula.

Fungsi retina mungkin tidak optimal jika makula rusak. Ada dua jenis degenerasi makula yaitu basah dan kering. Degenerasi kering lebih umum terjadi, tetapi degenerasi basah lebih berbahaya karena kebocoran pembuluh darah di mata.

Selain kelainan yang disebutkan di atas, terdapat beberapa jenis kelainan retina lainnya seperti: B. membran epiretinal dan pembukaan makula. Tidak semua orang rentan terhadap gangguan ini. Namun setiap penyakit memiliki gejala yang dapat dikenali melalui pemeriksaan pengobatan penyakit retina di klinik mata atau rumah sakit.

Dengan memeriksakan mata sejak dini, semua jenis penyakit retina bisa diobati dari awal sebelum menjadi parah. Kemungkinan mata sembuh lebih besar.

Namun, pastikan Anda memilih situs pemeriksaan mata dengan dokter yang kredibel dan menggunakan teknologi terkini. Pemeriksaan yang teliti dan tepat juga akan menghasilkan penanganan yang tepat.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Apa Fungsi dari Retina, Penyakit Beserta Gejalanya? semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang: