Fungsi Electronic Control Unit

Fungsi Electronic Control Unit:Jenis dan Prinsip Kerjanya!

Diposting pada

Fungsi Electronic Control Unit:Jenis dan Prinsip Kerjanya! – Hampir semua sistem kendaraan saat ini telah mengadopsi teknologi elektronik. Jadi bisa dibilang kendaraan itu seperti produk elektronik yang punya sirkuit utama.

Teknologi elektronik yang disebutkan di atas merupakan electronic control unit (ECU) yang dikendalikan berupa aktuator untuk menggantikan sistem mekanis seperti injektor, VVT, kipas listrik dan lain-lain. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang fungsi dari control unit beserta penjelasannya.


Fungsi ECU (Electronic Control Unit)

Unit kendali memiliki fungsi mengatur beberapa sistem penting dalam sebuah mobil, antara lain:

  • Atur bukaan dan volume bensin di injektor.
  • Sesuaikan timing busi sesuai dengan kondisi mesin.
  • Sesuaikan setelan bukaan katup sesuai dengan kondisi mesin.
  • Mengatur keluaran dari kipas pendingin mesin.
  • Siapkan identifikasi kunci mobil.
  • Hidupkan sistem alarm mobil jika ada kerusakan.

Jenis-jenis Electronic Control Unit (ECU)

  • ECM (Engine Control Module)

ECM (Engine Control Module)

ECU jenis ini merupakan modul yang secara khusus mengontrol performa mesin. Nyalakan lilin dari awal dan injeksi bahan bakar hingga dingin.


  • PCM (Powertrain Control Module)

PCM (Powertrain Control Module)

Unit kendali jenis ini secara khusus mengatur kinerja sistem propulsi kendaraan. Biasanya, modul ini memastikan aliran daya yang efisien dari mesin ke roda. Dan formulir ini hanya tersedia di beberapa kendaraan.


  • BCM (Body Control Module)

BCM (Body Control Module)

Tipe ECU Ini adalah modul yang secara khusus mengatur daya listrik tubuh, mis. B.Lampu, klakson, wiper otomatis atau manual. Dan sistem hiburan ada di dashboard.


  • TCM (Transmission Control Module)

TCM (Transmission Control Module)

ECU jenis ini hanya tersedia untuk kendaraan dengan transmisi otomatis. Fungsinya untuk mengatur transmisi dan torsi transmisi sesuai dengan kecepatan mesin dan kondisi berkendara.


  • ACM (Abs Control Module)

ACM (Abs Control Module)

Unit kontrol diposisikan pada kendaraan menggunakan teknologi pengereman ABS. Fungsinya untuk mengatur sistem pengereman agar roda tidak tersangkut atau terpeleset di jalan licin. Modul ini juga berperan dalam berbagai sistem keselamatan seperti sistem stabilitas elektronik dan alat bantu hill start.


  • HCM (Hvac Control Module)

HCM (Hvac Control Module)

Unit kontrol ini hanya tersedia di kendaraan dengan AC otomatis. Modul ini secara otomatis dapat mengontrol sirkulasi kabin dengan mengatur suasana di dalam dan di luar kabin.


  • ACM (Airbag Control Module)

ACM (Airbag Control Module)

Sistem airbag ini merupakan sistem proteksi tabrakan pasif untuk menghindari cedera pada berbagai bagian tubuh penumpang. Modul ini bertanggung jawab untuk pengembangan tas ini.


Prinsip Kerja Engine Control Unit (ECU)

Prinsip Kerja Engine Control Unit (ECU)

  • Sensor

Sensor merupakan input ke sistem kendali elektronik (ECU) yang bertindak sebagai penyedia sinyal. Ada dua jenis sinyal sensor yaitu sinyal analog dan sinyal diskrit. Sinyal diskrit adalah skala biner yang ON atau OFF (1 atau 0, true atau false), seperti tombol. Sedangkan sinyal analog menggunakan prinsip rentang nilai antara “skala nol dan penuh”. Misalnya TPS (sensor posisi throttle) dan MAP (tekanan udara ganda).

Sinyal analog dapat berupa tegangan atau arus listrik yang sebanding dengan nilai integer mikrokontroler ECU, contoh: Nilai akselerator dari ‘0% hingga 100%’ dihasilkan oleh sensor TPS dengan nilai tegangan ‘0V -. 5V ‘Nilai ini diubah menjadi nilai integer’ 0 – 32767 ‘.


  • ECU (Engine Control Unit)

Unit kendali elektronik (ECU) terdiri dari tiga bagian utama yaitu mikrokontroler, memori sistem, dan catu daya sistem. Data yang diekstrak oleh sensor diproses dalam aritmatika dan istilah logis dalam semua aktivitas yang berlangsung di unit kontrol elektronik (ECU), yaitu operasi logis, sekuensial, pengatur waktu, penghitung, dan ADC, serta memverifikasi seluruh pekerjaan sistem.

Electronic control unit (ECU) Mikrokontroler yang menghitung sinyal input dari tombol (crankshaft position sensor) pada counter dan timer, sehingga dapat ditentukan secara tepat kapan titik pengapian dan jumlah bahan bakar yang sesuai diinjeksikan ke poros PTO.


  • Actuator

Hasil pengolahan data oleh electronic control unit (ECU) berupa keluaran berupa sinyal digital untuk pengoperasian aktuator. Periode injeksi bahan bakar didasarkan pada perhitungan di unit kontrol elektronik (ECU) dari mikrokontroler. Begitu juga dengan waktu pengapian.


  • COM

COM bertindak sebagai unit kontrol elektronik (ECU) untuk komunikasi dengan perangkat antarmuka lain seperti laptop, komputer atau ponsel. Nilai waktu nyala dan parameter injeksi dapat diubah melalui dukungan COM.


Cara Kerja Engine Control Unit (ECU)

Secara umum, kinerja unit kontrol elektronik (ECU) persis sama dengan CPU komputer. Dalam hal ini, unit kontrol elektronik (ECU) berkomunikasi dengan data biner dan analog untuk melakukan penghitungan. Data awal diterima dari sensor. Sensor adalah perangkat input yang mengirimkan data berupa sinyal analog (tegangan dengan nilai tertentu) yang menginformasikan keadaan mana yang sedang dikontrol.

Misalnya, dalam sistem injeksi terdapat sensor MAF (aliran massa udara) yang mengirimkan tegangan dengan nilai tertentu (biasanya antara 0,1 dan 4,9 V) ke unit kontrol elektronik (ECU). Tegangan nominal menunjukkan berapa banyak udara yang mengalir melalui sensor. Unit kontrol elektronik (ECU) menggunakan sensor ini untuk mendeteksi massa udara yang masuk ke mesin.

Selain itu, unit kontrol elektronik (ECU) menerima beberapa data dari sensor lain yang terpengaruh. Data tersebut kemudian diolah untuk mengetahui berapa banyak bensin yang harus dikeluarkan. Hasil perhitungan ini diubah menjadi tegangan dengan range tertentu dan dikirim ke injektor.

Saat injektor menerima tegangan dari electronic control unit (ECU), injektor membuka secara otomatis dan bensin keluar. Interval yang diharapkan adalah jumlah waktu injektor akan menerima daya. Semakin lama injektor menerima tegangan dari electronic control unit (ECU), semakin lama injektor terbuka dan semakin banyak bensin yang dikeluarkan.

Beginilah cara kerja unit kontrol elektronik (ECU). Unit kontrol elektronik (ECU) tidak dapat berfungsi tanpa sensor dan aktuator. Seperti semua komponen perangkat komputasi, komputer tidak dapat digunakan tanpa input dan output perangkat keras.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Fungsi Electronic Control Unit:Jenis dan Prinsip Kerjanya! semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang: