Wawancara Menurut Para Ahli, Syarat, Tujuan, Jenis Terlengkap!

Diposting pada

Wawancara Menurut Para Ahli, Syarat, Tujuan, Jenis Terlengkap! – Wawancara merupakan suatu percakapan antara dua atau lebih orang yang dilakukan oleh pewawancara dan narasumber.

Ada pula yang mengatakan bahwa definisi wawancara merupakan suatu bentuk komunikasi lisan yang dilakukan secara terstruktur oleh dua orang atau lebih, baik secara langsung maupun jarak jauh, untuk membahas dan menggali informasi tertentu guna mencapai tujuan tertentu pula.

Wawancara (interview) memiliki tujuan yang jelas dan memiliki makna yang melebihi maksud dari percakapan biasa, proses wawancara ini terjadi dengan adanya komunikasi bolak-balik antara pewawancara dengan orang yang diwawancarai, untuk menggali topik tertentu yang dibahas.


Wawancara Menurut Para Ahli, Syarat, Tujuan, Jenis Terlengkap!

Tujuan Wawancara

  • Wawancara dilakukan tentunya memiliki tujuan terentu, berikut beberapa tujuan diadakannya wawancara.
  • Tujuan wawancara yaitu agar mendapatkan data dari narasumber atau informan, sehingga data yang didapat bisa lebih akurat.
  • Agar melengkapi beberapa pengumpulan data dari teknik lainnya.
  • Tujuan wawancara merupakan untuk menguji hasil data yang sebelumnya sudah terkumpul.

Jenis-Jenis Wawancara

Wawancara memiliki beberapa jenis diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Wawancara Bebas

Wawancara bebas adalah jenis kegiatan wawancara yang pertanyaannya tidak disusun terlebih dahulu, pertanyaan akan muncul sesuai dengan suasana saat proses wawancara, jenis wawancara ini tekdadang juga disebut dengan wawancara tidak terstruktur, contoh seperti wawancara yang dilakukan dengan artis.


  1. Wawancara Terpimpin

Wawancara terpimpin merupakan wawancara yang mana pertanyaannya telah disiapkan sebelumnya, jenis wawancara ini disebut juga dengan wawancara berstuktur, contoh wawancara terpimpin seperti wawancara yang dilakukan pembawa berita di televise kepada narasumber.


  1. Wawancara Individual

Wawancara yang dilakukan oleh seorang wawancara kepada narasumber tunggal, contohnya yaitu wawancara yang dilakukan seorang wartawan pada pejabat tertentu.


  1. Wawancara Konferensi

Wawanara Konferensi merupakan wawancara yang dilakukan oleh pewawancara dengan sejumlah responden atau wawancara yang dilakukan oleh sejumlah pewawancara dengan seorang responden, contohnya yaitu wawancara yang dilakukan wartawan pada sejumlah pimpinan usaha yang melakukan konferensi pers untuk publitas dan wawancara yang dilakukan sejumlah wartawan pada seorang artis.


  1. Wawancara Terbuka

Wawancara terbuka merupakan jenis wawancara yang memiliki pertanyaan yang tidak terbatas atau jawabannya tidak terikat, pertanyaan biasanya akan menghendaki penjelasan serta pendapat dari narasumber yang diwawancarai.


  1. Wawancara Tertutup

Merupakan wawancara yang memiliki pertanyaan terbatas dan biasanya wawancara ini telah disiapkan lembar pertanyaan “questionaire” dengan jawaban yang telah disiapkan untuk dipilih, seperti setuju, tidak setuju, ya, tidak, baik dan tidak baik.


Keuntungan dan Kelemahan Wawancara

1) Keuntungan Wawancara

Keuntungan wawancara sebagai instrumen penelitian adalah sebagai berikut.

  • Bisa mengetahui keterangan yang detail tentang suatu masalah, khususnya untuk yang berkenaan tentang pribadi seseorang.
  • Peneliti dapat dengan cepat memperoleh informasi yang diinginkan.
  • Peneliti dapat memastikan bahwa informan yang memberi jawaban.
  • Peneliti berusaha agar pertanyaan benar benar dipahami oleh informan.
  • Wawancara memungkinkan fleksibilitas dalam cara-cara bertanya.
  • Pewawancara bisa menilai validitas atau kebenaran jawaban narasumber berdasarkan gerak-gerik, tutur kata, nada berbicara dan raut muka dari informan atau narasumber.
  • Informasi yang diperoleh akan dapat lebih dipercayai kebenarannya karena salah tafsiran dapat diperbaiki pada saat wawancara dilakukan.
  • Informan dapat lebih bersedia mengungkapkan keterangan dan lebih leluasa dalam pengungkapannya.

2) Kelemahan Wawancara

Selain memilki keuntungan, wawancara juga memiliki bebrapa kelemahan, diantaranya yaitu sebagai berikut.

  • Jawaban verbal diragukan validitasnya.
  • Peneliti sendiri tidak konstan keadaannya.
  • Jika proses wawancara tidak dilakukan oleh peneliti sendiri, akan terdapat salah tafsir dari pihak yang diberi tugas untuk melakukan wawancara, karena karakteristik pribadi dari informan tidak terekam oleh peneliti itu sendiri.
  • Banyak kendala dalam pengolahan hasil wawancara.
  • Tidak adanya sistem baku untuk pencatatan hasil wawancara, sehingga peneliti cenderung mengembangkan sendiri cara pencatatan hasil wawancara.
  • Memakan banyak waktu, tenaga, biaya, dan pikiran.
  • Menemui narasumber atau informan itu tidak mudah, sehingga peneliti atau pewawancara harus menyesuaikan dengan waktu narasumber atau informan, hal ini dikarenakan kita yang membutuhkan dia, bukan dia yang membutuhkan kita.

Pengertian Wawancara Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa arti wawancara, kita dapat merujuk kepada pendapat beberapa ahli, di bawah ini merupakan pengertian wawancara menurut para ahli:

  1. Lexy J. Moleong

Menurut Lexy J. Moleong pengertian wawancara merupakan suatu percakapan dengan tujuan-tujuan tertentu, pada metode ini peneliti dan responden berhadapan langsung (face to face) untuk mendapatkan informasi secara lisan dengan tujuan mendapatkan data yang dapat menjelaskan permasalahan penelitian.


  1. Charles Stewart dan W.B. Cash

Menurut Charles Stewart dan W.B. Cash pengertian Wawancara merupakan proses interaksi dengan sebuah tujuan serius yang memiliki maksud dan tujuan untuk bertukar perilaku dan melibatkan aktivitas tanya jawab.


  1. Denzig

Menurut Denzig pengertian wawancara merupakan suatu kegiatan yang dipandu dan rekaman pembicaraan atau tatap muka suatu percakapan, di mana seseorang mendapat informasi dari orang lain.


  1. Robert Kahn dan Channel

Menurut Robert Kahn dan Channel, pengertian wawancara merupakan suatu pola khusus dari sebuah interaksi yang dimulai secara lisan untuk suatu tujuan tertentu dan difokuskan pada daerah konten yang spesifik dengan suatu proses eliminasi dari bahan-bahan yang tidak ada hubungannya secara berkelanjutan.


  1. Koentjaraningrat

Menurut Koentjaraningrat pengertian wawancara merupakan suatu cara yang digunakan untuk tugas tertentu, mencoba untuk mendapatkan sebuah informasi dan secara lisan pembentukan responden, untuk berkomunikasi secara tatap muka.


  1. Sugiyono

Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur dan dapat dilakukan dengan bertemu langsung maupun dengan menggunakan jaringan telepon.


  1. Arikunto

Menurut Arikunton pengertian wawancara merupakan dialog yang dilakukan pewawancara untuk mendapatkan informasi dari terwawancara.


Ciri-Ciri Pewawancara

Seorang pewawancara harus bisa membangun suasana yang kondusif dan tidak kaku selama wawancara, dengan begitu responden atau narasumber dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan, berikut ini merupakan sikap-sikap yang harus dimiliki seorang pewawancara:


  1. Netral

Pewawancara harus bisa bersikap netral, dalam artian tidak memberikan komentar setuju atau tidak setuju terhadap pernyataan yang disampaikan oleh narasumber, tugas utama pewawancara merupakan mengajukan pertanyaan dan merekam semua keterangan yang disampaikan narasumber.


  1. Ramah

Pewawancara harus mampu menciptakan suasana yang menarik minat responden atau narasumber, hal ini biasanya dilakukan dengan membuat sebuah narasi terkait pertanyaan yang akan disampaikan.


  1. Adil

Pewawancara harus bisa menempatkan diri sebagai orang yang netral dan memperlakukan responden dengan sama, dengan kata lain pewawancara tetap sopan dan menghormati semua narasumber tidak perduli bagaimanapun keadaannya.


  1. Menghindari Ketegangan

Sebaiknya pewawancara jangan sampai tegang disaat proses wawancara, sehingga responden tidak merasa dihakimi atau diuji, hal ini dapat dicapai dengan memberikan pertanyaan yang sesuai dengan topik dan terarah.


Tahap Tahap Wawancara

1). Tahap Persiapan

  • Menentukan maksud atau tujuan wawancara (topik wawancara).
  • Menentukan informasi yang akan didata atau dikumpulkan.
  • Menentukan dan menghubungi nara sumber.
  • Menyusun daftar pertanyaan.

2). Tahap Pelaksanaan

  • Mengucap salam
  • Memperkenalkan diri.
  • Mengutarakan maksud dan tujuan wawancara.
  • Menyampaikan pertanyaan dengan teratur.
  • Mencatat dan merekam pokok-pokok wawancara.
  • Mengahiri dengan salam dan meminta kesediaan narasumber untuk dapat dihubungi kembali jika ada yang perlu dikomfirmasi atau dilengkapi.

3). Tahap Penyusunan Hasil Wawancara

  • Tema atau topik wawancara.
  • Tujuan atau maksud dari wawancara.
  • Identitas narasumber.
  • Ringkasan isi wawancara isi wawancara dapat ditulis kedalam bentuk dialog atau dalam bentuk narasi.

Beberapa hal yang harus dihindari pada saat proses wawancara sedang berlangsung:

  • Menyampaikan pertanyaan yang sudah umum atau pasti jawabannya.
  • Mempertanyakan pertanyaan yang inti jawabannya sama dengan pertanyaan sebelumnya.
  • Meminta narasumber untuk mengulang-ulang jawabannya.
  • Memotong pembicaraan narasumber.
  • Bersikap lebih pandai dari narasumber.

Syarat wawancara

Syarat-syarat wawancara di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Ada pewawancara atau wartawan
  • Ada narasumber atau orang yang diwawancarai
  • Ada bahan yang di pertanyakan

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berwawancara adalah sebagai berilut:

  • Menentukan topik wawancara.
  • Menetapkan narasumber.
  • Menulis daftar pertanyaan.
  • Merencanakan kegiatan wawancara.
  • Mengidentifikasi pernyataan yang tepat untuk pendahuluan wawancara.
  • Membuat janji kepada narasumber dan mengawali kegiatan wawancara.
  • Menyempurnakan pernyataan untuk menutup wawancara.
  • Melaksanakan wawancara.

Persiapan Seorang Wawancara

  • Persiapan seoarang pewawancara antaralain sebagai berikut:
  • Sebelum melakukan wawancara seroang pewawancara sebaiknya menyusun daftar pertanyaan serang pewawancara harus memiliki pengetahuan seputar hal-hal yang akan di wawancarai
  • Ketika melakukan wawncara bersikaplah sopan dan jangan memojokkan narasumber
  • Jadilah pendengar yang baik, jangan mengulang pertanyaan
  • Catatlah hal-hal pokok/penting dari hasil wawancara
  • Rangkumlah hasil wawancara dan janganlah menulis yang bukan hal-hal pokok atau penting dari berita jadikanlah sebagai bahan menulis berita.

Kerangka Wawancara

Kerangka wawancara merupakan segala hal yang berisi atau menyangkut kegiatan wawncara seperti

  • Topik wawancara
  • Calon narasumber
  • Pokok-pokok isi pertanyaan

Langkah Wawancara

  • Menentukan topik wawancara
  • Menentukan tujuan wawancara
  • Menyusun daftar pertanyaan
  • Menentukan narasumber
  • Melakukan wawancara
  • Mencatat pokok-pokok wawancara
  • Menyusun laporan wawancara

Saat Wawancara

  • Memperkenalkan diri dan menyebutkan tujuan wawancara
  • Menyebutkan nama narasumber dengan benar
  • Bersikap sopan terhadap narasumber
  • Pertanyaan harus sesuai dengan tema
  • Hindari pertanyaan yang berbelitdan membingungkan
  • Jadilah pendengar yang baik saat wawancara
  • Jangan berdebat dengan narasumber
  • Mencatat semua informasi penting untuk mepermudah dalam membuat laporan
  • Mengucapkan terima kasih bila wawancarai telah selesai

Etika Wawancara

  • Identifikasi diri dengan menyebutkan nama
  • Jelaskan tujuan dan topic wawancara
  • Datanglah tepat waktu yang dijanjikan
  • Memperhatikan penampilan , termasuk cara berpakaian
  • Bersikap sopan , satun , dan ramah
  • Menggunakan Bahasa yang komunikatif

Laporan Wawancara

  • Topik
  • Narasumber
  • Tujuan wawancara
  • Tempat wawancara
  • Tanggal wawancara
  • Informasi hasil wawancara

Kesimpulan

Hal-hal yang harus diperhatikan ketika menyusun daftar pertanyaan saat melakukan wawancara:

  • Tentukan topic wawancara dan nara sumber yang akan diwawancarai.
  • Tanyakan informasi yang ingin kalian dapat dari narasumber secara singkat sesuai dengan topik dan narasumber.
  • Berbicaralah dengan bahasa yang sopan dan santun.
  • Hindari pertanyaan yang menyinggung narasumber.

Cara melakukan wawancara

  • Tentukan topik dan narasumber yang akan kamu wawancarai.
  • Susunlah daftar pertanyaan yang akan kamu tanyakan kepada narasumber sesuai dengan topic yang kamu tentukan.
  • Lakukan wawancara sederhana yang sesuai dengan daftar pertanyaan yang kamu buat dengan narasumber.
  • Gunakan bahasa Indonesia yang santun, baik, dan benar.
  • Catatlah semua informasi yang kamu peroleh.
  • Untuk penilaian catatlah informasi tersebut dalam bentuk laporan.
  • Serahkan laporan pada gurumu untuk dinilai.

Bentuk Wawancara

Bentuk-bentuk wawancara antara lain:

  • Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita.
  • Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih dahulu.
  • Wawancara telepon merupakan wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon.
  • Wawancara pribadi.
  • Wawancara dengan banyak orang.
  • Wawancara dadakan / mendesak.
  • Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan mewawancarai seseorang saja, pejabat, seniman, olahragawan dan sebagainya.
  • Wawancara yang komunikatif dan hidup serta dibentuk oleh isu-isu dan informasi tentang materi pelajaran baik oleh pembicara maupun wartawan.

Teknik Wawancara

  • Metode pengmatan secara langsung
  • Metode dengan menggunakana pertanyaan(wawancara)
  • Metode khusus

Dalam pembagian diatas,dasar pembagian adalah sampai berapa jauh si pengambil data langsung atau tidak langsung bergaul sampai dengan subjek penelitian

Perbedaan wawancara dengan dengan percakapan sehari-hari:

  • Pewawancara dan responden biasanya belum saling kenal.
  • Responden selalu menjawab pertanyaan.
  • Pewawancara selalu bertanya.
  • Pewawancara tidak menjuruskan pertanyaan kepada suatu jawaban tetapi harus selalu bersikap netral.
  • Pertanyaan yang ditanyakan mengikuti panduan yang sudah dibuat sebelumya, pertanyaan panduan ini dinamakan interview guide.

Demikinalah tulisan mengenai Wawancara Menurut Para Ahli, Syarat, Tujuan, Jenis Terlengkap!, yang perlu setidaknya dipahami bahwa dalam teknik wawancara dilakukan sangatlah diperlukan tentang adanya sikap komunikatif yang dapat diamati melalui kemampuan seseorang menyampaikan informasi dengan jelas, sikap saat bergaul, dan kemampuan bekerja sama dengan orang lain.

Baca juga artikel tentang: