Fungsi Piston

Fungsi Piston: Penyebab Kerusakan dan Dampak serta Macamnya

Diposting pada

Fungsi Piston: Penyebab Kerusakan dan Dampak serta Macamnya – Sebagai pemilik kendaraan bermotor, tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan fungsi suku cadang kendaraan yang Anda sukai. Anda tidak perlu tahu secara detail dan komprehensif, cukup tahu nama atau istilahnya, lokasi, fungsi dan perawatannya. Semoga tahu apa substitusi dan penambahannya ketika bagian perlu diganti.

Ada banyak bagian dari sebuah kendaraan yang harus Anda ketahui. Salah satu yang terpenting adalah fungsi piston dan piston. Piston atau piston adalah sumbat geser yang dipasang di silinder mesin pembakaran internal di silinder hidrolik, pneumatik, dan pompa.

Kehadiran piston pada mesin mobil tentunya memiliki tujuan untuk merubah volume isi silinder, membuka jalur aliran – menutupnya, dan kombinasi merubah volume dan membuka – menutup jalur aliran. Berikut ini fungsi pistonnya


Fungsi Piston

  • Karena posisinya, setiap bagian ring piston memiliki fungsinya masing-masing. Ring piston pertama atau atas digunakan untuk menahan tekanan kompresi yang dihasilkan selama proses pembakaran.
  • Fungsi ring kedua atau tengah adalah untuk mengompres dan menyapu oli pelumas atau liner.
  • Ring atas dan tengah juga berfungsi untuk menjaga kompresi mesin agar dapat dihasilkan daya ledak.
  • Sedangkan ring ketiga atau yang sering disebut oli ring berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan berisi pelumas untuk piston dan liner. Cincin ketiga ini mencegah oli di liner memasuki ruang bakar.
  • Secara keseluruhan, ring piston atau ring piston pada mesin memiliki tiga fungsi. Ketiga fungsi tersebut dijelaskan di bawah ini.
  • Mencegah kebocoran kompresi.

Cincin piston biasanya terletak di bagian atas ruang piston dan dikenal sebagai cincin kompresi. Cincin ini digunakan untuk mencegah kebocoran kompresi di ruang bakar. Ruang bakar sendiri berisi campuran udara dan bahan bakar.

Derajat kompresi dapat mempengaruhi kondisi dan performa mesin. Jika kompresi mesin terlalu tinggi, mesin terasa geli. Jika kompresi diturunkan, maka akan mengakibatkan hilangnya performa atau energi.

  • Mencegah Masuknya Oli Mesin Pada Ruang Bakar

Ring kompresi tengah dan ring oli mencegah oli engine memasuki ruang bahan bakar. Cincin kompresi memiliki tepi luar meruncing yang menghadap dinding silinder. Sisi meruncing ini menyapu oli mesin ke dinding silinder saat ring piston bergerak ke bawah.

Sedangkan cincin oli berbentuk seperti pegas dengan rongga oli. Adanya ring ini membuat dinding silinder tetap terlumasi, namun oli mesin tidak bisa masuk ke ruang bahan bakar.


  • Menyalurkan Panas dari Piston ke Dinding Silinder

Fungsi ring piston selanjutnya adalah untuk mentransfer panas dari piston ke dinding silinder. Cincin atas dan tengah adalah komponen yang berkontribusi pada fungsi ini.

Piston mesin itu sendiri memiliki permukaan yang menerima tekanan dan panas tinggi. Cincin atas dan tengah mentransfer panas dari piston ke dinding silinder. Ini membuat suhu permukaan atas piston lebih stabil.


Penyebab Piston Rusak

  • Menggunakan Oli yang Kualitasnya Rendah

Jika mengganti oli secara rutin, bisa dipastikan hampir semua komponen motor Anda akan awet. Tentunya terutama bagi Anda yang menggunakan oli setiap hari, Anda perlu lebih sering mengganti oli. Jika Anda mengganti oli secara teratur dan piston mesin Anda masih rusak, oli yang Anda pilih mungkin berkualitas buruk.

Jangan biarkan diri Anda tergoda oleh harga yang murah. Perhatikan kualitas oli yang ditawarkan. Tidak masalah, Anda harus merogoh kocek lebih dalam. Daripada memiliki piston dan komponen lain di sepeda Anda yang hanya dirusak oleh oli berkualitas buruk, kerugian yang Anda derita jauh lebih besar.

Untuk melakukan ini, pastikan Anda tidak membeli oli berkualitas palsu. Sebaliknya, pilih oli dengan merek besar. Ini menjamin performa dan komponen di sepeda motor Anda jauh lebih awet.


  • Bahan Bakar dengan Oktan yang Rendah

Mengisi bahan bakar dengan oktan rendah dapat menyebabkan piston mesin cepat rusak. Sayangnya, masih banyak pengendara sepeda motor yang meremehkan dan lebih memilih bahan bakar oktan rendah untuk kendaraan kesayangannya.

Alasan terbesar pemilihan bahan bakar oktan rendah adalah karena harganya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan bahan bakar oktan tinggi.

Padahal menggunakan bahan bakar oktan tinggi memang banyak manfaatnya, lho. Salah satunya adalah menjaga agar piston mesin tetap fit. Hal ini dapat terjadi karena residu dan serpihan dapat muncul di kepala piston dari bahan bakar.

Dalam hal ini kerja piston menjadi lebih berat, proses pembakaran tidak tuntas, dan performa piston tidak maksimal. Bahan bakar dengan oktan tinggi dan timbal rendah dapat dengan aman meminimalkan risiko kerak dan mengoptimalkan hasil pembakaran yang lebih sempurna.


  • Adanya Tabrakan Antara Piston dan Klep

Dan penyebab ketiga adalah benturan antara piston dan klep. Sebenarnya hal ketiga ini bukanlah hal yang sehari-hari. Apa alasannya?

Banyak yang bilang tabrakan ini karena piston tidak memenuhi spesifikasi aslinya. Misalnya piston yang digunakan berbeda dengan ukuran yang seharusnya. Oleh karena itu, sebaiknya jangan sembarangan mengganti piston ini agar tidak terjadi kerusakan piston.


Dampak Kerusakan Piston

  • Ring Piston Rusak atau Patah

Jika ring piston lemah atau putus dapat menyebabkan kompresi di ruang bakar menjadi kurang optimal. Jika terdapat celah pada celah akibat kelemahan ring piston, maka oli mesin akan masuk ke ruang bakar dan terbakar bersama bahan bakar dan udara. Bila hal ini terjadi, selain performa mesin menurun, juga berakibat pada pemborosan bahan bakar kendaraan.

Antara lain, hal ini dapat menyebabkan Anda terlalu sering mengemudikan kendaraan pada putaran tinggi. Selain itu, jika Anda sering berkendara di jalan raya, performa piston akan cepat menurun. Solusinya adalah dengan mematikan atau merombak mesin.


  • Cylinder dan Piston Baret

Jika ada masalah dengan silinder atau baret silinder, selain oli yang masuk ke ruang bakar dan terbakar, ada kemungkinan kerak atau kontaminan partikulat lainnya masuk ke celah piston. Hal ini dapat menyebabkan kejadian yang sama seperti ring piston rusak atau putus.

Intinya, saat piston aus atau rusak, dilakukan perbaikan berat yang tidak hanya membutuhkan peralatan khusus (yang biasanya hanya memiliki bengkel resmi) tetapi juga waktu perbaikan yang lama. Belum lagi antrian di bengkel.

Jika penggunaan kendaraan sesuai peruntukannya, umur piston bisa ditingkatkan, yang bisa menghemat uang untuk perawatan mesin mobil. Kalaupun pada akhirnya perawatan kendaraan seperti mematikan mesin tetap akan dilakukan suatu saat, setidaknya Anda sudah menyiapkan sumber daya dan hal lainnya.


Macam – Macam Piston

Split Piston Pada piston tipe ini terdapat alur dibagian luar yang segaris dengan lubang pin piston. Biasanya alurnya berbentuk setengah bulat atau model U .


  • Slipper Piston

Slipper Piston

Piston jenis ini memiliki coakan di bagian bawah bodi piston. Tujuan dari coakan ini adalah untuk memperpendek kayuhan piston sehingga dapat tercipta mesin dengan rasio kompresi yang tinggi dan ketinggian mesin yang lebih pendek.


  • Authothermic Piston

Authothermic Piston

Pada piston ini terdapat kawat baja berbentuk cincin, kawat ini berfungsi untuk menyerap panas pada piston head, sehingga dapat dihindari pemuaian piston yang berlebihan.


  • Oval Piston

Oval Piston

Piston jenis ini memiliki bentuk oval. Jadi saat mesin dihidupkan dan panas mesin sudah mencapai temperatur kerja, piston ini berubah sehingga menjadi benar-benar bulat. Bagian oval inilah yang menyerap panas pada piston agar tidak terjadi ekspansi piston yang berlebihan sehingga piston dapat berbenturan atau bergesekan dengan dinding blok silinder.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Fungsi Piston: Penyebab Kerusakan dan Dampak serta Macamnya semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang: