Fungsi Penelitian

Apa Fungsi Penelitian: tujuan dan Macamnya?

Diposting pada

Apa Fungsi Penelitian: tujuan dan Macamnya? – Pada kesempatan kali ini kita akan membaca tentang fungsi, tujuan dan kegunaan penelitian. Di bawah ini adalah ikhtisar lengkap dari penelitian tersebut.

Penelitian adalah suatu proses yang dilakukan oleh manusia untuk memperoleh jawaban atas suatu masalah, fakta, atau kajian yang ingin dibuktikan secara objektif.

Dikatakan obyektif karena proses penelitian menggunakan program ilmiah dan kompetitif yang tidak berbeda dengan fakta yang ada serta telah dibuktikan dan diukur secara empiris.

Pengetahuan dimiliki karena ketersediaan keahlian atau karena hubungan antara orang dengan latar belakangnya. Salah satu tujuan ilmu yang dimiliki manusia adalah ilmu yang biasa disebut dengan ilmu.


Fungsi Penelitian

Fungsi penelitian adalah menemukan solusi suatu masalah dengan menyediakan berbagai kemungkinan yang dapat digunakan. Namun solusi yang ditawarkan dari kegiatan penelitian pada umumnya bersifat abstrak dan umum seperti yang telah dilakukan oleh peneliti dasar (penelitian dasar), atau bahkan dapat lebih spesifik seperti: B. Penelitian terapan. Berbagai fungsi penelitian itu sendiri adalah sebagai berikut.


  • Mendiskripsikan Suatu Informasi

Salah satu fungsi penelitian yang paling umum adalah mendeskripsikan fenomena, peristiwa dan fakta yang terjadi. Seperti berita, laporan penelitian merinci masalah yang perlu diselesaikan. Mengapa demikian ? Karena fenomena atau peristiwa masalah yang terjadi, perlu untuk menjadi perhatian publik. Sehingga masyarakat tidak hanya bertanya, tapi juga tahu dan mengerti apa yang harus mereka lakukan.


  • Menerangkan Fenomena

Berbeda dengan fungsi penelitian di atas, fungsi penelitian yang menjelaskan fenomena ini lebih difokuskan untuk mengungkap pengungkapan peristiwa yang terjadi sebagaimana adanya. Tidak hanya menyatakan apa yang terjadi, tetapi lebih dari itu menjelaskan peristiwa tersebut secara lebih rinci, termasuk sebab, akibat, siapa yang terlibat, dll. Begitulah hubungan suatu peristiwa dengan hal-hal lain muncul.


  • Meramalkan, Mengestimasi, dan Memproyeksi

Fungsi ketiga dari penelitian adalah memprediksi, memperkirakan, dan memproyeksikan fenomena masalah. Sesuatu yang terjadi mungkin telah mengetahui data atau informasi penting yang dapat diambil kembali. Keduanya sangat berguna dalam memprediksi apa yang akan terjadi.


  • Mengendalikan Peristiwa

Fungsi ini sebenarnya merupakan turunan dari fungsi sebelumnya. Dimana kita dapat mengontrol suatu peristiwa, baik yang terjadi atau tidak, setelah mengetahui dan memprediksinya, sehingga tindakan yang dihasilkan menjadi lebih efektif dan efisien.

Perencanaan tersebut, berdasarkan hasil prediksi dan pengetahuan tentang suatu fenomena, dapat memberikan berbagai solusi tindakan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah atau memanipulasi variabel yang terkait dengan peristiwa tersebut.


  • Menyusun Teori

Bagaimanapun juga, fungsi penelitian adalah membuat teori. Dari awal hingga akhir kegiatan penelitian mencoba memberikan informasi, solusi, prediksi, dan lain-lain, tujuannya hanyalah untuk menciptakan teori-teori baru yang dapat dipertanggungjawabkan.

Mengapa perlu merumuskan teori baru padahal sudah ada teori? Jawabannya adalah pembaruan teoretis yang lebih sesuai untuk bagaimana dunia berkembang saat ini. Banyak penelitian sebelumnya yang tidak bisa lagi dijadikan acuan atau pedoman dalam menyelesaikan masalah saat ini. Oleh karena itu, diperlukan studi yang lebih mutakhir.


Tujuan Penelitian

Secara umum yang dapat dilihat dalam laporan penelitian seperti skripsi, tesis, dan disertasi adalah bahwa tujuan penelitian sangat mirip dengan rumusan masalah. atau dengan kata lain, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengulang rumusan masalah tersebut. Hanya saja perubahan awal diubah, yang awalnya mengubah frase pertanyaan menjadi frase aktif biasa.

Namun jika permasalahannya lebih kompleks, maka tujuan penelitian ini akan membuat suatu masalah menjadi lebih jelas, tegas, dan dapat memberikan arahan yang memudahkan suatu kajian.

Tujuan penelitian berkaitan erat dengan rumusan masalah. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, rumusan masalah menentukan segalanya, baik itu tujuan penelitian, hipotesis, metode analisis data, pembahasan, dan kesimpulan akhir. Selain itu, tujuan penelitian harus terstruktur dengan baik dan memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut:

  • Spesifik,
  • terbatas,
  • bisa diukur
  • dan bisa diperiksa

Tujuan akhir dari sebuah studi adalah menggunakan metode ilmiah yang sistematis dan terstruktur untuk memberikan informasi atau pengetahuan baru tentang suatu masalah yang dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya.

Dari sudut pandang rasa ingin tahu manusia, tujuan penelitian bisa bercabang dan berlipat ganda. Tidak ada yang bisa menanyakan semua pertanyaan dan menyelesaikannya. Oleh karena itu perlu dilakukan penyempitan tujuan penelitian. Oleh karena itu, ada beberapa tujuan penelitian untuk membatasi hal tersebut, yaitu:


  • Eksplorasi

Seringkali seorang peneliti melakukan aktivitasnya karena menggali atau dengan kata lain mengeksplorasi sesuatu yang baru. Peneliti melakukan eksplorasi karena beberapa alasan dasar, yaitu:

  1. Rasa ingin tahu yang memuaskan dan ingin memahami lebih detail,
  2. Untuk menguji kelayakan perkiraan awal yang telah dibuatnya dan untuk melakukan studi yang lebih mendalam,
  3. Mengembangkan metode ilmiah yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi dan lebih mendalam

Hasil penelitian eksplorasi seringkali dianggap kurang memuaskan. Ini karena penelitian ini tidak ada habisnya dan akan menantang hasil bahkan dalam detail terkecil. Hasil yang tidak memuaskan umumnya disebabkan oleh masalah pengambilan sampel yang kurang representatif. Namun harus diakui dan dipahami bahwa penelitian eksplorasi (eksplorasi) memiliki arti yang berbeda: “membuka jalan”. Setelah membuka pintu, hanya penelitian yang lebih dalam dan lebih terarah yang dapat dilakukan.


  • Deskripsi

Salah satu jenis tujuan penelitian yang banyak digunakan oleh peneliti adalah mendeskripsikan suatu fenomena yang sedang terjadi. Penelitian deskriptif berupaya memberikan gambaran rinci tentang fenomena masalah yang terjadi untuk kemudian klarifikasi, penelitian, atau konfirmasi dengan mendeskripsikan sekumpulan variabel yang berkaitan dengan fenomena masalah itu sendiri.

Apakah itu mudah? Beberapa studi dengan tujuan seperti itu tidak sepenuhnya perlu menjadi tidak aktif. dan semoga beruntung.


  • Prediksi

Kemudian penelitian seringkali juga bertujuan untuk memprediksi masalah di masa depan dengan menggunakan data masa kini dan masa lalu. Penelitian dengan tujuan ini berupaya untuk mengidentifikasi hubungan yang memungkinkan kita untuk berspekulasi (menghitung) satu variabel dengan mengetahui variabel lainnya.

Kami sering menggunakan prediksi setiap hari, misalnya saat penerimaan mahasiswa baru, kami menggunakan skor minimum tertentu – yang berarti mahasiswa dengan skor ini memiliki kemungkinan tinggi untuk berhasil belajar (memprediksi hubungan antara nilai ujian masuk dan level) keberhasilan akademik nanti. ).


  • Eksplanasi

Explanatory research berupaya untuk mengkaji hubungan sebab akibat antara satu fenomena dengan fenomena lainnya, baik itu fenomena dua atau lebih. Dalam hal ini penelitian sering digunakan untuk menentukan valid tidaknya suatu deklarasi. Selain itu, investigasi semacam itu juga dapat menemukan mana yang lebih sesuai di antara dua (atau lebih) deklarasi yang bersaing. Contohnya adalah sebagai berikut:

Mengapa tanaman padi yang ditanam di areal X menghasilkan lebih banyak dari pada tanaman padi yang ditanam di areal Y?

Catatan: Studi deskriptif menunjukkan bahwa studi ini hanya menjelaskan secara singkat bahwa padi yang ditanam di areal X menghasilkan lebih banyak dibanding padi yang ditanam di areal Y.

Namun jika dilihat dari penelitian eksplanatori, penelitian lebih lanjut menjelaskan “mengapa” (hubungan sebab akibat) padi ditanam di Area X dan memberikan hasil yang lebih banyak dibandingkan tanaman padi yang ditanam di Area Y.


  • Aksi

Tujuan lain dari kegiatan penelitian adalah tindakan (action). Penelitian untuk tujuan ini sering dilakukan melalui eksperimen tindakan dan pengamatan hasil. Hasil penelitian ini digunakan sebagai solusi praktis untuk memecahkan suatu masalah. Misalnya, orang akan lebih sehat jika makan nasi berbahan dasar beras organik dibandingkan jika makan nasi berbahan beras biasa. Masyarakat masih mengonsumsi nasi yang terbuat dari beras tradisional.

Dalam eksperimen penelitian tindakan, dikembangkan berbagai solusi untuk mengingatkan masyarakat agar mengonsumsi beras berbahan dasar beras organik. Ternyata hanya satu solusi yang bisa diterima dari beberapa solusi yang ditawarkan. Dari hasil penelitian tersebut, disusun langkah-langkah yang tepat sesuai dengan fenomena masalah.


Macam – Macam Penelitian

Ada banyak jenis penelitian yang dipilih oleh peneliti berdasarkan kebutuhannya berdasarkan tujuan, pendekatan, bidang ilmu, lokasi, dan lain-lain.

Penelitian mencakup semua kegiatan mencari, mengeksplorasi, dan bereksperimen secara alamiah di suatu wilayah tertentu guna memperoleh fakta atau prinsip baru yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman baru dan meningkatkan taraf ilmu pengetahuan dan teknologi. Margono (2007).

Berdasarkan pernyataan di atas maka peneliti harus menentukan bentuk, jenis dan sifat penelitian tertentu yang sesuai dengan bidang ilmunya sebelum melakukan kegiatan penelitian.

Di bawah ini adalah jenis atau jenis penelitian berdasarkan kategorinya:


  • Penelitian Ditinjau dari Tujuan

Penelitian yang terkait dengan tujuan meliputi:

  1. Riset penjelasan
  2. Riset pengembangan
  3. Riset verifikasi
  • Penelitian Ditinjau dari Pendekatan

Penelitian yang terkait dengan pendekatan tersebut meliputi:

  1. Penelitian longitudinal (pendekatan longitude)
  2. Penelitian cross-sectional (penampang lintang).

Pendekatan longitudinal adalah studi yang mengkaji evolusi suatu fenomena masalah dalam kurun waktu tertentu atau dengan meninjau proses data evolusi yang panjang. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data time series, misalnya data tahun 1995 sampai dengan 2021.

Penelitian cross sectional merupakan penelitian yang hanya mengkaji perkembangan suatu fenomena masalah dalam kurun waktu tertentu. dan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data cross-sectional atau hanya berupa satuan waktu misalnya data tahun 2021


  • Penelitian Ditinjau dari Bidang Ilmu

Penelitian dilihat dari bidang ilmunya menurut jenis peminatan dan minatnya. Jenis penelitiannya antara lain:

  1. Penelitian di bidang pendidikan,
  2. Penelitian di bidang kedokteran,
  3. Penelitian di bidang pertanian,
  4. Riset perbankan,
  5. Penelitian di bidang luar angkasa,
  6. Penelitian di bidang olahraga,
  7. Penelitian di bidang konstruksi
  8. dan lainnya
  • Penelitian Ditinjau dari Tempatnya

Penelitian ditinjau dari tempatnya meliputi:

  1. Penelitian di laboraturium,
  2. Penelitian di perpustakaan dan
  3. Penelitian di lapangan (kancah).

  • Penelitian Ditinjau dari Hadirnya Variabel

  1. Menjelajahi keberadaan variabel melibatkan penjelajahan variabel masa lalu, sekarang, dan masa depan:
  2. Penelitian deskriptif, penelitian ini dilakukan untuk mengungkap variabel masa lalu dan masa kini (running).
  3. Penelitian eksperimental, penelitian ini dilakukan untuk mengungkap variabel masa depan (belum selesai).

  • Penelitian Ditinjau dari Objektivitasnya

Berdasarkan objektivitas, penelitian dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  1. Penelitian kuantitatif
  2. Penelitian kualitatif

Demikian sedikit pembahasan mengenai Apa Fungsi Penelitian: tujuan dan Macamnya? semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang: