Pengertian Qada dan Qadar: Secara Umum, Macam, Manfaat, Ciri, Fungsi, Contoh dan Perbedaan Serta Persamaan

Diposting pada

Pengertian Qada dan Qadar: Secara Umum, Macam, Manfaat, Ciri, Fungsi, Contoh dan Perbedaan Serta Persamaan -Islam sebagai agama yang paling mulia telah mengatur segala kehidupan umatnya, baik dalam hal besar sampai dengan detail kehidupan yang akan dijalani oleh manusia, secara terinci telah disampaikan dalam kitab Alquran dan al Hadist.

Begitu juga mengenai ketetapan yang telah digariskan, bekal tersebut akan dapat memberikan pemahaman mengenai pengertian qada dan qadar dalam kehidupan.

Mengapa harus paham tentang pengertian qada dan qadar? Karena pemahaman inilah yang akan membekali dalam mengarungi samudra kehidupan, mengajarkan tentang rasa syukur dan penerimaan. Untuk lebih lanjut mengenai pembahasan qada dan qadar akan diuraikan di bawah ini:


Pengertian Qada dan Qadar

Qada dan qadar merupakan kata memiliki hubungan yang sangat erat, sama-sama memberi pengaruh besar terhadap kehidupan manusia, namun sebenarnya qada dan qadar memiliki arti yang sangat berbeda, pengertian qada dan qadar kemudian akan dibahas secara terpisah.


  • Pengertian Qada

Kata qada merupakan kata yang tidak asing, beberapa kali kata ini disebutkan dalam Al quran, arti qada secara bahasa adalah ketetapan, yaitu sesuatu kepastian yang telah dibuat sejak sebelum kelahiran, yaitu di jaman Azali.

Ketetapan yang membawa setiap kehidupan manusia, kesempurnaan Allah SWT terlihat dari betapa rinci Allah SWT telah mengatur kehidupan setiap umat, bahkan ketetapan telah diberikan jauh sebelum kelahiran manusia ke bumi.


  • Pengertian Qadar

Qadar merupakan ukuran atau pertimbangan,jika disimpulkan qadar adalah suatu ketetapan yang telah diciptakan berdasarkan oleh ukuran Allah SWT pada setiap diri manusia.

Jika qada berarti ketetapan, maka qadar adalah ukuran, namun istilah tersebut digunakan secara bersamaan untuk menggambarkan sebuah kepastian mengenai hukum dari Allah SWT.


Pengertian Qada dan Qadar Secara Umum

Qada dan Qadar sangat identik dengan Islam, namun Qada dan Qadar berlaku untuk seluruh manusia di bumi ini, istilah qada dan qadar lebih sering didengar dengan istilah takdir, yang dimaksud dengan pengertian qada dan qadar dalam keseharian tidak lain adalah takdir itu sendiri.

Takdir menjadi satu yang mengikat pada kehidupan, merupakan suatu ketetapan dan bergantung dengan kegiatan manusia itu sendiri, hukum takdir akan berkesinambungan dan saling berpengaruh dengan hukum sebab akibat.

Meskipun semua telah ditetapkan oleh Allah SWT sebelum kelahiran, manusia menjadi penentu dalam kehidupan yang dijalaninya.


Macam-macam Takdir

Setelah dibahas mengenai pengertian qada dan qadar atau takdir, berikutnya akan dijelaskan mengenai macam-macam takdir.

Takdir akan dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu:

  • Takdir Muallaq

Takdir muallaq yaitu suatu ketetapan yang sudah ada sejak zaman Azali jauh di waktu lampau, namun dalam kenyataan di kehidupan takdir ini dapat menyesuaikan dikarenakan oleh sebab perbuatan manusia itu sendiri.

Hukum sebab akibat tentang bagaimana kerasnya manusia berdoa dan berusaha untuk menentukan, kegagalan tidak akan pernah terjadi jika manusia itu tekun dan bersungguh-sungguh dalam usaha dan berdoa.

ContohTakdir muallaq  kemiskinan yang tidak akan terjadi pada orang yang hemat dan rajin bekerja, nilai jelek tidak didapatkan oleh siswa yang memperhatikan dan belajar dengan giat.


  • Takdir Mubram

Takdir mubram merupakan keputusan yang tidak bisa ditawar lagi, banyak yang menyebutkan bahwa kematian, kelahiran, dan jodoh adalah bagian dari takdir mubram, tetapi sebenarnya tidak hanya itu semua ketetapanakan  menjadi takdir mubram, walaupun didalamnya adalah tentang kiamat, tentang siapa orang tua dan dimana dilahirkan.

Hal semacam itu tidak akan pernah dapat dirubah oleh manusia, bahkan dengan menggunakan kepintaran dan teknologi apapun, ketetapan Allah SWT tersebut akan tetap terjadi.


Manfaat Beriman Kepada Qada Dan Qadar

Beriman pada qada dan qadar merupakan bagian rukun iman yang ke-6, bahwa tidak akan sempurna keimanan seseorang bila ia tidak beriman kepada rukun iman ini.

Manfaat beriman pada qada dan qadar untuk setiap insan adalah sebagai berikut:

  • Terhindar Dari Sifat Yang Sombong

percaya pada qada dan qadar akan menghindarkan diri dari sifat sombong dan angkuh, merasa diri lebih baik dan merendahkan orang lain.

Dari pengertian qada dan qadar  dapat disimpulkan bahwa semua itu adalah keputusan Allah SWT, zat yang maha tinggi, tidak ada kekuasaan yang melebihi kuasanya dan tidak ada satupun mahluk yang pantas menyombongkan diri kecuali hanya Dia sang pencipta.


  • Menjadi Pribadi Yang Tenang

Saat mengetahui mengenai qada dan qadar, tentang kehidupan yang telah digariskan, mengenai alam semesta yang telah diatur oleh Allah SWT, maka apapun yang terjadi tidak akan membuat risau, tidak akan pernah berpengaruh sehingga menjadi waspada.

Sikap hati selalu tenang dan tidak merasa risau dengan kehidupan dunia, semua ini didapat karena yakin bahwa semua yang terjadi adalah yang Allah SWT kehendaki.


  • Menjadi Insan Yang Optimis

Menjadi hamba yang optimis dan penuh dengan pengharapan, percaya bahwa tidak ada segala sesuatu yang tidak bisa diusahakan.

Percaya diri akan kemampuan yang Allah SWT telah anugrahkan, maka semangat untuk menjalani aktivitas dapat terisi dengan maksimal.


  • Mendidik Untuk Selalu Bersyukur

Selalu bersyukur adalah salah satu hikmah dari beriman pada qada dan qadar, menerima bahwa segala sesuatu yang diberikan telah di ukur sesuai dengan kemampuan.

Semua yang diberikan adalah yang terbaik menurut Allah swt bagi setiap hambanya, sadar mengenai hal ini rasa syukur akan terus terucap dalam diri.


Ciri-Ciri Orang Beriman Kepada Qada dan Qadar

Seorang muslim yakin kepada ketentuan Allah SWT pasti mempunyai tingkat ketaatan yang tinggi.

Ciri-ciri orang yang beriman kepada qada dan qadar:

  • Selalu sadar dan menerima kenyataan.
  • Senantiasa bersabar.
  • Rajin dalam berusaha dan tidak mudah menyerah.
  • Bersikap optimis, bukan pesimis.
  • Senantiasa bersikap tawakal.
  • Menaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.
  • Bertawakal kepada Allah SWT.
  • Mengisi kehidupan dengan hal positif untuk mencapai kebahagiaan di akhirat kelak.

Hikmah dan Fungsi Iman Kepada Qada dan Qadar

  • Hikmah Iman Kepada Qada dan Qadar

  1. Melatih diri untuk lebih bersyukur kepada Allah swt.
  2. Mendekatkan diri kepada Allah swt.
  3. Melatih seseorang menjadi orang yang giat berusaha dan tidak cepat putus asa.
  4. Menghindarkan dari sifat sombong.
  5. Menenangkan jiwa.
  6. Membiasakan diri untuk bersabar dan bertawakal kepada Allah swt.

  • Fungsi Iman Kepada Qada dan Qadar

  1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT (Q.S. Al Hadid ayat 22).
  2. Mendidik manusia untuk senantiasa berusaha (Q.S. Ar Ra’du ayat 11 dan An Najm ayat 39-42).
  3. Mendidik manusia untuk senantiasa sabar dan tawakal (Q.S. Al Baqarah ayat 155-156 dan Ali Imran ayat 159).
  4. Mendidik manusia untuk tidak besikap sombong (Q.S. Lukman ayat 18).

Contoh Qada dan Qadar

  1. Yogi merupakan murid yang cerdas, dia jarang belajar, Yogi belajar hanya beberapa menit sebelum ulangan dimulai. Ketika menerima hasil ulangan, yogi mendapat nilai yang bagus.
  2. Saat kelas 7 SMP Niko adalah murid yang mempunyai prestasi biasa saja, tetapi karena ketekunan dan usaha nya, dia bisa mengejar temannya, sehingga saat ujian akhir sekolah Niko menjadi murid yang terbaik.
  3. Sartono berusia 14 tahun, sekarang dia duduk di kelas 8, kehidupan sartono jika berdasarkan usia hidup rata-rata penduduk Indonesia yaitu sekitar 64 tahun, tetapi menginjak usia 15 sartono sakit keras, berbagai pengobatan telah dijalani, tetapi akhirnya suparjo meninggal dunia.

Atau Contoh Seperti Dibawsh Ini

  1. Matahari terbit pada siang hari, dan bulan serta bintang tampak pada malam hari.
  2. Kapan laut pasang dan surut.
  3. Setiap makhluk pasti mati.
  4. Menetapkan berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.
  5. Menetapkan seseorang lahir.
  6. Orang yang bodoh bisa pandai jika giat belajar dan berdoa kepada Allah
  7. Orang miskin yang sungguh-sungguh berikhtiar disertai doa bisa menjadi orang kaya

Perbedaan dan Persamaan Qada dan Qadar

Meskipun tadi sudah dijelaskan, bahwa qada dan qadar memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan, namun ada perbedaan dan persamaan qada dan qadar yang berada didalam keduanya.

Berikut ini adalah perbedaan dan persamaan qada dan qadar.


  • Perbedaan Qada dan Qadar

Qada ialah keputusan Allah SWT dalam memenuhi suatu takdir yang masih dapat diubah.

Qadar ialah takdir yang sudah dipastikan ketentuannya atau tidak dapat berubah lagi.

Secara singkat inti perbedaan qada dan qadar yaitu, qada takdir yang masih bisa diubah, sedangkan qadar tidak.


  • Persamaan Qada Dan Qadar

Qada dan Qadar menata Kehidupan manusia atas kehendak Allah SWT

Sesuai penjelasan, qada dan qadar merupakan takdir manusia yang tak terhindari, sejak lahir hingga ajal menjemput, cobaan kehidupan kita yang kita pikir merupakan pilihan dan kerja keras kita sendiri, bahwa kita bahagia atau menderita selama hidup, sesungguhnya telah diketahui oleh Yang Mahakuasa sebelum segala sesuatunya terjadi, baik qada maupun qadar, Allah membimbing kita untuk berjalan di atas suratan takdir kita sendiri.

Qada dan qadar disebut dalam rukun iman

Beriman kepada qada dan qadar secara bersama-sama?  Karena mustahil bagi seorang hamba untuk beriman pada qada saja atau beriman pada qadar saja.

Qada merupakan kehendak Allah yang berkaitan langsung dengan qadar, ketentuan Allah yang tentu saja telah ia tentukan sebelumnya, dengan beriman kepada qada dan qadar, kita akan merasakan kebesaran Allah yang tak dapat kita pungkiri, yaitu keputusan atas seluruh kehidupan kita dan akan merasa kecil tak berdaya.

Namun, dengan kasihya Allah menyuruh kita untuk berusaha dan berdoa sehingga ia bisa berkehendak lain di jalan takdir yang kita tempuh.

Ketika kita mengerti akan kekuasaannya, kita dapat berserah diri padanya dan akan meyakini bahwa apa yang telah tertulis merupakan keputusan Allah yang paling baik untuk hambanya.


Dalil Tentang Qada dan Qadar

Dalil qoda dan qodar di bagi menjadi dua jeis yaitu dalil naqli dan aqli. Dalil naqli adalah dalil yang diambil dari Al Quran dan hadits, sedangkan dalil aqli adalah dalil yang diambil dari akal yang sehatka membenarkan adanya kejadian di luar kehendak dan perhitungan akal manusia.

Akal sehat mengakui adanya peraturan, ukuran, undang-undang, sifat, serta hukum alam atau sunatullah yang berlaku bagi alam semesta, contohnya api bersifat panas, tanah bersifat padat, atau air laut terasa asin.


  • Dalil Naqli

Banyak dalil mengenai beriman kepada qada dan qadar, antara lain sebagai berikut.


Firman Allah SWT.

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Artinya: “Katakanlah, sesekali-sekali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allah orang beriman harus bertawakal.” (QS. At Taubah: 51)


Firman Allah SWT

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

Artinya: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS Al Qamar: 49)


Firman Allah SWT

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Artinya: “Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan.  maka apabila telah tiba waktu (yang telah ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mendahulukannya.” (QS An Nahl: 61)

Dalam hadis Imam Bukhari dikatakan bahwa telah diperintahkan kepada Malaikat Jibril supaya menulis empat perkara, yaitu rezekinya, ajalnya, amalnya, dan nasib rugi atau beruntungnya.


  • Dalil Aqli

Firman Allah SWT

سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا

Artinya: “Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunah Allah.” (QS Al Ahzab: 62)


Firman Allah SWT

الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا

Artinya: “Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya),dan Dia telah menciptakan segala sesuatu dan Dia menetapkan ukurannya dengan serapi-rapinya.” (QS Al Furqan: 2)

Demikian sedikit pembahasan mengenai Pengertian Qada dan Qadar: Secara Umum, Macam, Manfaat, Ciri, Fungsi, Contoh dan Perbedaan Serta Persamaan semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang:

Fungsi agama: Pengertian Menurut Ahli, Unsur, Cara Beragama, Tujuan dan Macam-macam Agama

Pengertian Etika: Jenis, Manfaat, Fungsi, Prinsip, Contoh!

Pengertian Remaja: Menurut Psikologis, Hukum, Ahli, Ciri!

Pengertian Nabi dan Rosul : Perbedaan, Nabi ulul azmi, Kisah Nabi

Pengertian Majas Menurut Para Ahli Lengkap dengan Macam Macamnya