Fungsi agama: Pengertian Menurut Ahli, Unsur, Cara Beragama, Tujuan dan Macam-macam Agama

Diposting pada

Fungsi agama: Pengertian Menurut Ahli, Unsur, Cara Beragama, Tujuan dan Macam-macam Agama -Manusia adalah makhluk hidup yang sangat istimewa, Sebeb manusia dari pada makhluk yang lainnya. Manusia diberi akal dan pikiran untuk bertindak sesuai dengan etika dan nilai-nilai moral yang berlaku sesuai dengan kehendaknya, Lingkungan dan ajaran agama yang dianutnya. Nilai-nilai yang memberikan arah sertamakna untuk manusia dalam bertindak ialah agama.

        Agama merupakan sebagai wujud kepercayaan untuk manusia terhadap segala sesuatu yang bersifat Supernatural ternyata seakan menyertai manusia dalam ruang lingkup kehidupan yang luas. Agama mempunyai nilai-nilai bagi kehidupan manusia sebagai orang per orang maupun dalam hubungannya dengan kehidupan bermasyarakat. Selain itu agama pun memberi dampak bagi kehidupan sehari-hari.

Supaya lebih jelas mari kit abaca artikel singkat dibawah ini dengan seksama.


Fungsi Agama

  • Fungsi Pendidikan

Agama berfungsi sebagai cara terbaik untuk mengajarkan sesuatu yang baik yang bisa memberikan keuntungan banyak pihak sesuai dengan perintah atau larangan yang harus dijalankan dan dipatuhi , supaya seseorang bisa menjadi kepribadian yang lebih baik serta selalu berada pada jalan kebenaran menurut ajaran dan kepercayaan masing masing.


  • Fungsi Untuk Keselamatan

Jalan yang baik untuk hambanya untuk memohon serta mengharapkan keselamatan dari kejahatan yang terlihat maupun yang tiudak nyata serta keselamatan dari ancaman api neraka akibat dosa dosa dimasa lalu. Seseorang yang mempunyai agama maka dirinya mempunyai tuhan untuk tempat berdoa, mengeluarkan uneg uneg dan memohon keselatan dunia akhirat. dengan begitu hati bisa terasa lebih tenang dan mendekatkan diri kepada sang pencipta adalah cara supaya hati tenang.


  • Sebagai Jembatan Perdamian Dunia

Sebab ajaran agama yang selalu mementingkan untuk selalu berpelilaku baik , saling menghormati serta menyayangi dengan agama yang berbeda bisa mewujudkan persatuan dan kesatuan serta sebagai alat untuk menuju perdamaian dunia. Didunia mempunyai tarusan negara dengan ideologi dan agama yang berbeda beda, tetapi  semua negara dilandasi rasa saling menghormati hak asasi manusia , saling menghargai, mengutamakan persamaan derajat tapi tidak membuat kerugian orang lain, menjauhi penghujatan terhadap orang lain  dan tidak saling merasa benar , maka perdamian dunia akan selalu tercipta hingga akhir jaman.


  • Sebagai Alat Untuk Sosial

Seseorang akan saling perduli serta lebih mengerti dalam menghadapi masalah sosial dimasyarakat, contohnya adanya kemiskinan, keadilaan, kesejahteraan rakyat, tentang hak asasi manusia  ataau tentang aktifitas yang berjalan pada jalan kemaksiatan supaya segera ditertibkan dan dimusnakan supaya prilaku tersebut tidak menodai wilayah sekitarnya dan tidak lagi menjerat prilaku generasi berikutnya kearah yang penuh dosa.

Baca Juga :  Pengertian Qada dan Qadar: Secara Umum, Macam, Manfaat, Ciri, Fungsi, Contoh dan Perbedaan Serta Persamaan

Keperdulian itu dapat mendorong seseorang agar tidak bersifat bodo amat melihat kejahatan seperti tentang ketidakadilan ditengah masyarakat, tentang prilaku menyimpang atau tentang  kezoliman yang berkembang pada sistem kehidupan dimasyarakat. masyarakat yang mempunyai agama ( walaupun berbeda beda) maka akan mempunyai jiwa yang lebih peka dan cerdas untuk menolak semua peristiwa yang berbau ketidakadilan tersebut.


  • Untuk Jenjang Hidup yang Baru

Agama  selalu mengajarkan segala sesuatu yang baik dan melanggar manusia untuk mrlakukan sesuatu yang merugikan orang lain apapun wujudnya. Agama bisa memperbaiki kualitas kehidupan orang-orang dalam bergaul serta berinteraksi ditengah masyarakat. bahkan mampu mengubah pribadi seseorang atau kelompok menjadi mempunyai jenjang kehidupan yaang baru yaitu kehidupan yang lebih baik dan mencapai spiritualnya masing masing.


  • Untuk Tempat Untuk Berinteaksi

Umumnya ajaran kebaikan serta kebenaran ada pada seluruh agama manapun didunia. agama mengajarkan manusia untuk saling bersosialisasi atau berinteraksi dengan orang lain (agama Lain).  Dgama didunia memiliki aturan yang membiarkan semua usaha yang mempunyai sifat duniawi serta agamawi selama usaha yang dilakukan tidak melanggar dengan ajaran agama serta sesuai dengan norma norma yang ada dalam masyarakat .


  • Untuk Semangat Kreatifitas

Agama memberikan semangat kesendirian serta kreatifitas orang-orang supaya lebih baik serta terarah tanpa disusupi oleh kecurangan atau kejahatan kejahatan yang merugikan orang lain. semangat kreatifitas bisa mengajak seluruh manusia didunia untuk saling bekerja sama dalam berkarya, bekerja daan memanfaatkan keterampilan , minat dan bakat untuk kemajuan bangsa dan negara.


  • Untuk Identitas Diri

Semua agama didunia yaitu untuk identitas seseorang sebagai umat yang beragama serta tidak Tidak beragama.  Identitas itu bisa da pada KTP, paspor serta surat surat penting yang lain. Ini memberitahu bahwa kita harus menghormati agama orang lain yang sesungguhnya sudah diakui sebagai agama yang sah didunia.


  • Agamapun Bisa Disebut Sebagai Ajaran Teoritis

Mengingatkat tentang bagaimana cara berprilaku yang baik sesuai aturan, moral serta aturan aturan , perintah serta larangan larangan yang berhubungan dengahn etika bermasyarakat. yang bertujuan supaya mudah tercipta krukunaan , saling menghormati dan hidup saling berdampingan tanpa mengenal perbedaan agama ataupun tradisi.


  • Agamapun Bisa Disebut Sebagai Benteng Kekuatan

Agama Untuk kekuatan yang tidak mengenal ruang dan waktu Sebeb berperan sangat besar dalam mempengaruhi prilaku sertasikap seseorang secara individu ataupun sosial, kalimat ini pernah  dinyatakan oleh seorang pakar ahli sosiologi yang bernama Emile Durkhien.


  • Agamapun Bisa Disebut Sebagai Kebanggaan

Bangga karna mempunyai tuhan tempat kita berserah diri, memohon bantuan serta cara untuk beribadah supaya menjadi manusia bisa lebih dekat dengan yang maha kuasa serta menjadi pribadi yang lebih baik.  Yaitu sebagai kebanggaan diri secara pribadi namun tidak untuk dipamerkan dalam bentuk keangkuhan, atau kesombongan. Sebeb keangkuhan hanya akan membuat jarak kita dengan orang lain menjadi menpunyai dinding batas untuk saling berinteraksi. hal ini disebabkan pada dasarnya manusia tidak menyukai seseorang yang pamer dan bangga dengan tujuan untuk menyombongkan diri.

Baca Juga :  Pengertian Dosa Besar: Macam, Cara Menghindari dan Hadis Bertaubat

Pengertian Umum Agama

Agama yaitu cara untuk mengatur peribadahan seseorang terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta aturan cara yang mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lain serta manusia dengan lingkungannya, yang adalah bagian dari makhluk ciptaan Tuhan.

Agama tertentu serta keyakinan tertentu banyak memiliki narasi serta simbol dan sejarah suci yang memiliki maksud untuk menjelaskan berbagai macam makna kehidupan dan menjelaskan asal usul kehidupan dari alam semesta ini.


Pengertian Agama Menurut Para Ahli

supaya lebih memahami apa arti agama, maka kita bisa merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

  • Anthoni F. C. Wallace

Menurut Anthoni F. C. Wallace, pengertian agama adalah seperangkat upacara yang diberi rasionalisasi melalui adanya mitos dan menggerakkan kekuatan supranatural supaya terjadi perubahaan keadaan pada manusia dan alam semesta.


  • Emile Durkheim

Iaberpendapat agama merupakan sistem yang terbangun dari keyakinan serta praktik yang berhubungan dengan hal suci serta menyatukan para penganutnya dalam suatu komunitas moral (umat).


  • Nicolaus Driyarkara SJ

Menurut Nicolaus Driyarkara SJ, pengertian agama adalah suatu kenyakinan Sebeb adanya kekuatan supranatural yang mengatur serta menciptakan alam dan seisinya.


  • Jappy PellokilaZ

Menurut Damianus Hendropuspito, pengertian agama adalah suatu sistem nilai yang mengatur hubungan antara manusia dengan alam semesta yang mempunyai keterkaitan dengan keyakinan.


Unsur-Unsur Agama

Calhoun, Keller, and Leight berpendapat agama terdiri dari berbagai elemen utama, yaitu :

  • Adanya suatu unsur berupa kepercayaan terhadap agama yang menjadi prinsip dan mengandung suatu kebenaran yang tidak bisa diragukan lagi.
  • Terdapat tanda dari agama yang menjadi identitas.
  • Terdapat praktek dalam keagamaan yang menjadi suatu wujud konkret serta adanya hubungan antara manusia dengan Tuhannya dan hubungan antar umat beragama.
  • Punyanya pengalaman keagamaan baik berbentuk pengalaman yang dipercayai pengikutnya atau secara pribadi.
  • Adanya hamba yang beragama yaitu masing masing pengikut agama yang berhubungan.

Cara Beragama

Berdasarkan cara beragama, bisa diketahui beberapa hal dibawah ini.

  • Tradisional

 Seseorang akan beragama didasari suatu tradisi yang meniru tradisi dari nenek moyang. Pemegang agama tradisional umumnya akan lebih kuat dalam beragama serta sulit menerima hal hal yang baru.


  • Formal

Manusia beragama dengan dasar formalitas yang berlaku dalam daerahnya. Cara ini umumnya akan mengikuti cara beragama dari seseorang yang memiliki kedudukan tinggi dan berpengaruh di masyarakat. Sebagian orang yang menganut cara beragama ini biasanya mempunyai minat untuk bisa meningkatkan ilmu dan amalan keagamannya berdasarkan hal yang mudah dan nampak.


  • Rasional

Seseorang akan bergama didasari dengan akal dan rasio yang dililikinya. Dari situlah mereka akan selalu berusaha untuk memahami ajaran pada agamanya didasari dengan ilmu pengetahuan dan pengamalannya. Orang orang yang menganut cara beragama ini bisa berasal dari penganut cara beragama tradisional, formal, atau bahkan atheis atau orang yang tidak beragama sekalipun.


  • Metode Pendahulu

Artinya seseorang akan beragama dengan cara memakai akal dan perasaan yang berada di kendalikan oleh wahyu. Dan mereka akan selalu mencari ilmu pada orang yang dianggap ahli dalam suatu ilmu agama dan memegang teguh ajaran yang bersifa asli seperti halnya para ulama yang mempercayai agama Islam dari Nabi Muhammad SAW yang diutus oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril AS sebagai perantaranya.

Baca Juga :  Pengertian Asmaul Husna: Makna, Keutamaan dan Khasiat!

Tujuan Agama

Suatu agama tercipta Sebeb manusia ingin mencapai tujuan tertentu di dalam hidupnya, dan agama dianggap bisa membantu mencapai tujuan tersebut. Adapun beberapa tujuan agama adalah sebagai berikut:

  • Untuk membimbing manusia dalam menjalani kehidupannya dengan cara lebih baik melalui pengajaran dan aturan, dimana ajaran dan aturan tersebut dipercaya berasal dari Tuhan.
  • Sebagai penyampai firman Allah pada hamba yang beragama, yang meliputi ajaran-ajaran kebaikan serta aturan berperilaku bagi manusia.
  • Untuk membimbing manusia menjadi individu yang berakal baik dan bisa menemukan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
  • Untuk membuka jalan bagi manusia yang ingin bertemu dengan penciptanya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, ketika mati kelak.

Macam-macam Agama

  • Agama Islam

  1. Nama Kitab Suci : Al-Qur’an.
  2. Nama Pembawa : Nabi Muhammad SAW.
  3. Permulaan : Sekitar 1400 tahun yang lalu.
  4. Tempat Ibadah : Masjid.
  5. Hari Besar Keagamaan : Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Tahun Baru Hijrah, Isra’ Mi’raj.
  6. Jumlah Penganut : 207.176.162 jiwa (87,18%).

  • Agama Kristen Protestan

  1. Nama Kitab Suci : Alkitab.
  2. Nama Pembawa : Yesus Kristus.
  3. Permulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu.
  4. Tempat Ibadah : Gereja.
  5. Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih.
  6. Jumlah Penganut : 16.528.513 jiwa (6,96%).

  • Agama Katolik

  1. Nama Kitab Suci : Alkitab.
  2. Nama Pembawa : Yesus Kristus.
  3. Permulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu.
  4. Tempat Ibadah : Gereja.
  5. Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih.
  6. Jumlah Penganut : 6.907,873 jiwa (2,91%).

  • Agama Hindu

  1. Nama Kitab Suci : Weda.
  2. Nama Pembawa : –
  3. Permulaan : Sekitar 3000 tahun yang lalu.
  4. Tempat Ibadah : Pura.
  5. Hari Besar Keagamaan : Hari Nyepi, Hari Saraswati, Hari Pagerwesi.
  6. Jumlah Penganut : 4.012.116 jiwa (1,69%).

  • Agama Buddha

  1. Nama Kitab Suci : Tri Pitaka.
  2. Nama Pembawa : Siddharta Gautama.
  3. Permulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu.
  4. Tempat Ibadah : Vihara.
  5. Hari Besar Keagamaan : Hari Waisak, Hari Asadha, Hari Kathina.
  6. Jumlah Penganut : 1.703.254 jiwa (0,72%).

  • Agama Kong Hu Cu

  1. Nama Kitab Suci : Si Shu Wu Ching.
  2. Nama Pembawa : Kong Hu Cu.
  3. Permulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu.
  4. Tempat Ibadah : Li Tang / Klenteng.
  5. Hari Besar Keagamaan : Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh.
  6. Jumlah Penganut : 117.091 jiwa (0,05%).

Demikian sedikit pembahasan mengenai Fungsi agama: Pengertian Menurut Ahli, Unsur, Cara Beragama, Tujuan dan Macam-macam Agama semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang:

Pengertian Etika: Jenis, Manfaat, Fungsi, Prinsip, Contoh!

Pengertian Remaja: Menurut Psikologis, Hukum, Ahli, Ciri!

Pengertian Nabi dan Rosul : Perbedaan, Nabi ulul azmi, Kisah Nabi

Pengertian Majas Menurut Para Ahli Lengkap dengan Macam Macamnya

Fungsi Web Browser: Pengertian, Manfaat, Sejarah, Contoh dan Cara Kerja Browser