Fungsi Bank: Pengertian, Jenis-Jenis Bank dan Tujuan Bank Berdasarkan UU Lengkap!!

Diposting pada

Fungsi Bank: Pengertian, Jenis-Jenis Bank dan Tujuan Bank Berdasarkan UU Lengkap!! -Kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah ‘bank’. Lembaga keuangan yang sering digunakan sebagai tempat untuk menyelesaikan berbagai masalah keuangan seolah-olah mereka telah menjadi bagian dari kehidupan manusia.

Semua orang sudah bisa tahu bahwa fungsi bank tidak hanya digunakan sebagai tempat menabung, tetapi juga sekaligus sebagai tempat menabung.

Tapi tahukah Anda bahwa bank tidak hanya memiliki dua fungsi ini? Sebagai perantara keuangan, yang paling sering digunakan oleh publik, fungsi bank dibagi menjadi dua fungsi: fungsi utama dan fungsi sekunder. Apa itu


Pengertian Bank

Bank adalah perantara keuangan dengan tugas mengumpulkan dan mendistribusikan uang di masyarakat untuk meningkatkan standar kehidupan masyarakat. Sedangkan konsep perbankan semuanya terkait perbankan. Bank mengumpulkan dana dari masyarakat melalui tabungan atau tabungan, dan distribusi dana melalui pinjaman atau pinjaman kepada publik.

Selain dua tugas ini, bank juga menyediakan layanan perbankan lainnya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Republik Indonesia tahun 1998. Seiring waktu, industri perbankan telah mengalami perubahan besar karena deregulasi peraturan. Akibatnya, bank lebih kompetitif dalam memberikan layanan perbankan lainnya. Layanan ini termasuk transfer uang antar rekening, pembayaran tagihan, fasilitas investasi, valuta asing dan banyak lagi.


Fungsi Bank

  • Sebagai Penjaga Stabilitas Moneter

BI sebagai bank sentral memiliki peran sebagai penjaga stabilitas mata uang di Indonesia, seperti yang Anda tahu! Lembaga-lembaga ini harus menjaga stabilitas mata uang sehingga jumlah uang yang beredar di Komunitas dijamin sesuai kebutuhan. Dengan pemeliharaan dan kontrol aliran uang ini, ekonomi negara kita akan tumbuh tanpa inflasi tinggi. Inflasi yang terkendali pasti dapat menjaga kondisi ekonomi sehingga tidak ada krisis ekonomi.


  • Mengatur dan Mengawasi Aktivitas Perbankan

BI memiliki peran sebagai regulator dan otoritas pengawas untuk kegiatan perbankan di Indonesia. Mengatur dan mengawasi kegiatan perbankan membutuhkan Quipperian untuk mencegah praktik perbankan yang tidak patut dan membahayakan publik. Regulasi dan pengawasan BI atas bank dilakukan dengan berbagai cara:

  1. Buat kebijakan tentang kewajiban bank untuk menyampaikan laporan.
  2. Lakukan pemeriksaan bank reguler jika perlu.
  3. Melakukan penegakan hukum terhadap praktik perbankan ilegal dan ilegal.
  4. Menerapkan pedoman yang efektif.
  5. Terapkan disiplin pasar.
  6. Memberikan atau mencabut izin usaha bank.
  7. Berikan izin untuk membuka atau memindahkan kantor bank dan mencabut izin perbankan jika pelanggaran dilakukan.
  8. Berikan persetujuan dalam hal-hal yang terkait dengan kepemilikan bank.
  9. Berikan izin bank untuk melakukan bisnis tertentu.

  • Mengatur dan Menyelenggarakan Sistem Perbankan

Pengaturan dan pengoperasian sistem pembayaran di masyarakat juga merupakan peran BI. Sebagai bank sentral, BI harus mengatur mekanisme sistem pembayaran yang digunakan dan diterapkan oleh lembaga keuangan lainnya. Hal-hal yang diatur oleh BI mempengaruhi media yang terlibat dalam sistem pembayaran dan sebagainya.

Ada tujuh prinsip yang diterapkan BI untuk mengatur mekanisme pembayaran. Tujuh prinsip tersebut adalah keamanan, efisiensi, kesetaraan, dan perlindungan konsumen. BI mengambil beberapa langkah untuk menyelesaikan tugasnya.

Pertama: Tentukan dan tegakkan, berikan izin kepada penyedia layanan, dan pantau layanan sistem pembayaran nasional.

Kedua: Penegakan dan regulasi ketentuan sistem kliring dan ketentuan yang berkaitan dengan instrumen pembayaran.

Ketiga: Masalah dan distribusi instrumen pembayaran.

Keempat: Penarikan, pencabutan dan penghancuran instrumen pembayaran.

Kelima: Mengembangkan metode dan upaya untuk mengurangi risiko dalam sistem pembayaran dengan menerapkan sistem pembayaran real-time atau real-time.

 Keenam: Alokasi risiko dalam sistem pembayaran.

 Ketujuh: Mengelola dan mengembangkan sistem informasi antar bank.


  • Melakukan Penelitian dan Pemantauan

BI sebagai bank sentral memiliki peran sebagai penjaga stabilitas mata uang di Indonesia, lho, Quipperian. Lembaga-lembaga ini harus menjaga stabilitas mata uang sehingga jumlah uang yang beredar di Komunitas dijamin sesuai kebutuhan.

Dengan pemeliharaan dan kontrol aliran uang ini, ekonomi negara kita akan tumbuh tanpa inflasi tinggi. Inflasi yang terkendali pasti dapat menjaga kondisi ekonomi sehingga tidak ada krisis ekonomi.

Sementara itu, BI, sebagai penjaga stabilitas mata uang, dapat menggunakan berbagai strategi. Pertama, tetapkan tujuan moneter. Kedua, tetapkan tingkat inflasi. Ketiga, menjual Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau membeli surat berharga dari publik.

Empat, tentukan suku bunga pinjaman bank komersial. Kelima, tingkatkan rasio kas bank umum. Dan keenam, tentukan jumlah kredit dan keuangan.


  • Mengatur dan Mengawasi Aktivitas Perbankan

Pemerintah Indonesia sedang mengatur negara dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Untuk tujuan ini, pemerintah Indonesia menuntut agar dana pembangunan dibayarkan ke bank. Nah, bank yang pemerintah gunakan untuk menyimpan dana pembangunan adalah BI.

Dengan cara ini, BI adalah manajer akun pemerintah Indonesia. Sederhananya, BI adalah pemilik kas negara. BI akan selalu berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan ketika melakukan peran ini. Koordinasi termasuk menyiapkan laporan, menyimpan uang, membelanjakan uang, dan memberikan kredit luar negeri atas nama Indonesia melalui langkah-langkah yang diambil oleh Kementerian Keuangan dan Presiden Indonesia.


  • Berperan sebagai Lender of The Last Resort

Jika ada bank komersial yang mengalami kesulitan keuangan, bank dapat meminta dukungan keuangan dari BI. Peran BI sebagai pemberi pinjaman dana disebut sebagai pemberi pinjaman resor terakhir (LoLR).

Pinjaman yang diberikan oleh BI dimaksudkan untuk menstabilkan sistem keuangan negara. Kalau tidak, kebangkrutan bank dapat mempengaruhi keberlanjutan ekonomi Indonesia. Tentu saja, penduduk Indonesia sangat dirugikan oleh kondisi ini.

Dukungan likuiditas BI untuk bank bermasalah terbatas waktunya. Akibatnya, BI tidak selalu memberikan pinjaman kepada bank dengan masalah keuangan. Ketika mencapai titik stabil, pinjaman BI berakhir.


Fungsi Sampingan Bank

Jika fungsi utama bank memang fungsi utama dari keberadaan bank itu sendiri, fungsi sekunder bank adalah untuk menyediakan layanan perbankan lainnya, yaitu:


  • Sarana Investasi

Investasi adalah satu hal yang harus dilakukan sangat awal. Investasi tidak hanya berfungsi untuk mengamankan masa depan, tetapi juga dapat digunakan sebagai forum tabungan untuk mencapai tujuan.

Bahkan jika ada begitu banyak lembaga yang sudah terlibat dalam investasi, peran bank, yang juga dapat digunakan sebagai fasilitas investasi, tidak boleh dilupakan.

Ada begitu banyak instrumen investasi yang dapat Anda pilih berdasarkan kenyamanan dan kebutuhan Anda, seperti investasi dalam reksa dana, emas, derivatif, uang asing, dan saham.


  • Penyimpanan Barang Berharga

Bank tidak hanya menyimpan uang, tetapi juga berfungsi untuk menyimpan barang berharga. Jika pelanggan ragu untuk menyimpan barang-barang mereka sendiri di rumah, mereka dapat mempercayakannya ke bank, mis. B. perhiasan, emas, surat berharga dan barang-barang lainnya.

Bank juga dapat menyewa loker di mana Anda dapat menyimpan berbagai barang berharga.


  • Mendukung Kelancaran Transaksi

Bank dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi di dalam dan luar negeri, mis. B. Terima uang, kirim uang, lakukan pembayaran, ajukan kartu kredit, salurkan gaji karyawan, dan banyak lagi.

Bank tidak hanya melayani mata uang lokal, tetapi juga menerima transaksi mata uang asing.

Terkadang harus ada pelanggan yang mengalami kesulitan dengan transaksi, baik itu karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan faktor lainnya. Nah, salah satu tugas bank ini adalah membuatnya lebih mudah dan lebih cepat bagi publik untuk memproses berbagai jenis transaksi.

Perlu dicatat bahwa fungsi yang dibahas di atas adalah fungsi perbankan universal yang dilakukan oleh sebagian besar bank yang ada saat ini, terutama di Indonesia.


Jenis Jenis Bank Berdasarkan Fungsinya

  • Bank Sentral

Bank sentral suatu negara umumnya merupakan badan yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter negara tersebut. Bank sentral berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan dan sistem keuangan secara keseluruhan. Di Indonesia, fungsi bank sentral dilakukan oleh Bank Indonesia.

Sebagai bank sentral, BI memiliki satu tujuan: untuk mencapai dan menjaga stabilitas nilai Rupiah. Nilai rupiah memiliki dua aspek, yaitu nilai stabilitas mata uang terhadap barang dan jasa dan stabilitas mata uang negara lain.

Untuk mencapai tujuan ini, BI didukung oleh tiga pilar yang mewakili tiga bidang kerjanya. Tiga bidang tanggung jawab ini adalah definisi dan implementasi kebijakan moneter, regulasi dan pemeliharaan kelancaran pembayaran, serta regulasi dan pemantauan bank di Indonesia.

Tugas Bank Indonesia:

  1. Menerapkan dan mengatur kebijakan moneter.
  2. Kelola dan pelihara sistem pembayaran yang lancar.
  3. Mengatur dan memantau kinerja bank.

  • Bank Umum

Bank komersial adalah bank yang menjalankan bisnisnya secara konvensional dan / atau sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah dan menyediakan layanan pembayaran yang menyediakan layanan pembayaran dalam aktivitasnya.

Jenis layanan yang diberikan bersifat umum dalam hal penyediaan semua layanan perbankan yang ada. Wilayah operasi juga dapat dilakukan di semua wilayah. Bank komersial sering disebut bank komersial.

Tugas Bang Umum

  1. Mengumpulkan dana dari publik dalam bentuk deposito.
  2. Dana langsung dalam bentuk pinjaman.
  3. Belanjakan uang melalui pinjaman dan pembayaran investasi.
  4. Menawarkan layanan keuangan seperti kartu kredit, cek perjalanan, ATM, transfer antar bank, dll.
  5. Penyediaan fasilitas untuk perdagangan internasional / internasional.
  6. Penyimpanan barang berharga.

  • Bank Perkreditan Rakyat

Bank Kredit Pedesaan (BPR) adalah bank yang menjalankan bisnisnya secara konvensional atau sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah dan tidak menyediakan layanan transaksi pembayaran apa pun.

Kegiatan BPR jauh lebih ketat dibandingkan dengan kegiatan bank umum karena BPR dilarang menerima deposito mata, transaksi valuta asing, dan asuransi.

Tugas Bang Bank Perkreditan Rakyat:

  1. Mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dalam bentuk deposito berjangka, tabungan dan / atau bentuk lain yang sepadan.
  2. Berikan kredit.
  3. Menyediakan dana dan penempatan dana berdasarkan prinsip Syariah sesuai dengan peraturan Bank Indonesia.
  4. Menempatkan dana dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito dan / atau tabungan dengan bank lain.

Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Kepemilikannya

  • Bank Milik Pemerintah

Bank pemerintah adalah bank yang dimiliki seluruhnya atau sebagian oleh pemerintah Indonesia.

Contoh:

  1. Bank Mandiri.
  2. Bank Negara Indonesia
  3. Bank Rakyat Indonesia.
  4. Bank Tabungan Negara.

  • Bank Milik Swasta Nasional

Bank swasta adalah bank di mana sebagian besar sahamnya dimiliki oleh perusahaan swasta nasional dan piagam juga dikeluarkan oleh sektor swasta, dengan keuntungan juga dibagi untuk sektor swasta nasional. Bank swasta dibagi menjadi dua bank devisa nasional dan bank swasta nasional asing.

Contoh:

  1. Bank Muamalat.
  2. Bank Central Asia.
  3. Bank Bumi Putra.
  4. Bank Danamon.
  5. Bank Duta.
  6. Bank Nusa Internasional.
  7. Bank Niaga.
  8. Bank Universal.
  9. Bank Mega.

  • Bank Milik Koperasi

Bank koperasi adalah bank, yang sahamnya dimiliki oleh perusahaan yang didirikan sebagai koperasi.

Contoh :

  1. Bank Umum Koperasi Indonesia

  • Bank Milik Campuran

Bank patungan adalah bank yang pemegang sahamnya adalah individu swasta asing dan nasional. Sebagian besar saham bank dipegang oleh warga negara Indonesia.

Contoh :

  1. Bank ANZ Indonesia.
  2. Bank Commonwealth.
  3. Bank Agris.
  4. Bank BNP Paribas Indonesia.
  5. Bank Capital Indonesia.
  6. Bank Chinatrust Indonesia.
  7. Bank DBS Indonesia.
  8. Bank Mizuho Indonesia.
  9. Bank Rabobank International Indonesia.
  10. Bank Resona Perdania.
  11. Bank Sumitomo Mitsui Indonesia.
  12. Bank Windu Kentjana International.

  • Bank Milik Asing

Jenis bank ini adalah cabang dari bank di luar negeri, baik milik pribadi maupun oleh pemerintah asing. Kepemilikan terletak pada pihak asing.

Contoh :

  1. Bank of America.
  2. Bangkok Bank.
  3. Bank of China.
  4. Citibank.
  5. Deutsche Bank.
  6. HSBC.
  7. JPMorgan Chase.
  8. Standard Chartered.
  9. The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ.

Jenis-Jenis Bank Dilihat Dari Statusnya

  • Bank Devisa

Adalah bank yang dapat melakukan transaksi di luar negeri atau dalam kaitannya dengan mata uang asing secara keseluruhan. Bank Indonesia menetapkan persyaratan untuk menjadi bank mata uang.


  • Bank Non-Devisa

Adalah bank yang belum memiliki lisensi untuk melakukan transaksi, seperti bank mata uang. Oleh karena itu bank non-mata uang hanya melakukan transaksi dalam batas teritorial negara yang terbatas.


Jenis-Jenis Bank Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya

  • Bank Konvensional

konvensional merupakan bank yang melakukan bisnis dan menyediakan layanan pembayaran umum berdasarkan prosedur dan peraturan yang ditetapkan.

Bank tradisional biasanya mengeluarkan produk untuk mengumpulkan dana publik, termasuk tabungan, deposito berjangka, dan rekening giro. Menyalurkan dana yang terkumpul melalui penerbitan pinjaman, termasuk pinjaman investasi, pinjaman modal kerja, pinjaman konsumen dan pinjaman jangka pendek; dan layanan keuangan seperti kliring, koleksi, transfer, letter of credit dan layanan lainnya seperti membeli dan menjual sekuritas, cek bank, wali amanat, pelanggan dan pedagang efek.


  • Bank Syariah

Bank syariah adalah bank yang memiliki semua yang berhubungan dengan bank syariah dan unit bisnis syariah, termasuk institusi, aktivitas bisnis dan cara serta proses dalam menjalankan bisnis mereka.

Berkenaan dengan bank Islam, ada dua konsep dalam hukum agama Islam, yaitu larangan penggunaan sistem bunga karena bunga (riba) ilegal. Skema pembagian keuntungan digunakan sebagai kompensasi bunga.

Prinsip-prinsip yang berlaku untuk bank syariah:

  1. Pembiayaan sesuai dengan prinsip bagi hasil (Mudharabah).
  2. Pembiayaan didasarkan pada prinsip partisipasi ekuitas (Musharakah).
  3. Prinsip membeli dan menjual barang dengan menghasilkan keuntungan (Murabahah).
  4. Pembiayaan barang modal didasarkan pada sewa tanpa pilihan (ijarah).
  5. Opsi untuk mengalihkan kepemilikan barang yang disewa dari bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).
  6. Jenis-Jenis Bank Menurut Bentuk Badan Usaha
  7. Bank berbentuk Perseroan Terbatas (PT).
  8. Bank berbentuk Firma.
  9. Bank berbentuk Koperasi.
  10. Bank berbentuk Perusahaan Perseorangan.

    Jenis-Jenis Bank Menurut Organisasinya

  • Unit Banking

Yaitu bank yang  Cuma mempunyai satu organisasi serta tidak mempunyai cabang di daerah lain.


  • Branch Banking

Yaitu bank yang memiliki cabang-cabang di daerah lain.


  • Correspondency Banking

Yaitu bank yang dapat melakukan pemeriksaan dokumen ekspor-impor, serta kegiatan utama mereka di luar negeri.


Tujuan Bank Berdasarkan Undang-undang

Berdasarkan UU No. 10 tahun1998, tujuan dari semua sektor perbankan Indonesia merupakan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan nasional terkait dengan peningkatan keadilan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dari tujuan ini, bank (bank) di Indonesia harus benar menjalankan tugas dan fungsinya dan didasarkan pada prinsip demokrasi ekonomi. Jadi, jika Anda berpikir tujuan bank adalah menghasilkan untung yang sama dengan untung, Anda salah.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Fungsi Bank: Pengertian, Jenis-Jenis Bank dan Tujuan Bank Berdasarkan UU Lengkap!! semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang:

Pengertian Negosiasi: Tujuan, Manfaat, Jenis dan Ciri-cirinya!

Fungsi Uang: Pengertian, Sejarah, Kegunaan, Jenis-jenis, Syarat Uang dan Sifat Uang

Fungsi Ginjal: Jenis-jenis Penyakit Ginjal, Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Fungsi Komputer: Pengertian, Penertian Para Ahli, Sejarah, Komponen, Jenis dan Manfaatnya

Pengertian Badan Usaha : Bentuk, Faktor, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan