Apa-Saja-Fungsi-Kemasan

Apa Fungsi Kemasan Pada Mulanya Suatu Produk?

Diposting pada

Apa Fungsi Kemasan Pada Mulanya Suatu Produk? – Fungsi kemasan produk sekaligus bisa membangun citra dan brand. Kemasan produk adalah alat penjualan yang penting dan efektif untuk mendorong pembelian. Fungsi kemasan produk bisa menjadi media yang ampuh untuk promosi penjualan. Kemasan adalah elemen yang mencakup semua hal dari setiap merek. Fungsi kemasan produk sering kali dimulai sebelum produk itu sendiri dibuat, dan berlanjut sampai produk itu dikonsumsi.


Pengertian Fungsi Kemasan

Hasil mengemas. bungkus pelindung barang dagangan (niaga). Kemasan atau packaging adalah ilmu, seni dan teknologi yang bertujuan untuk melindungi sebuah produk saat akan dikirim, disimpan atau dijajakan atau bisa juga suatu proses produksi yang bertujuan untuk mengemas (kbbi.web.id, diakses 25 April 2016).

Packaging merupakan upaya manusia untuk mengumpulkan sesuatu yang berantakan kedalam satu wadah serta melindunginya dari gangguan cuaca (Widiatmoko dalam Dwi Arum, 2013).

Kemasan (package) merupakan struktur yang telah direncanakan untuk mengemas bahan pangan baik dalam keadaan segar atau setelah mengalami pengolahan (Marlen, 2008).


Pertimbangan Kemasan Dalam Sebuah Produk

Kemasan adalah elemen dari lingkungan produk yang untuknya pemasar menanamkan uang lebih dari $50 miliar pertahun. Ada empat sasaran pengemasan yang dipertimbangkan, yaitu:

  • Kemasan harus melindungi produk di sepanjang perjalanannya melalui saluran distribusi hingga mencapai sasarannya.
  • Kemasan harus ekonomis dan tidak menambah biaya yang tidak dibutuhkan pada produk.
  • Kemasan harus memungkinkan konsumen menyimpan dan menggunakannya dengan mudah.
  • Kemasan secara efektif dapat digunakan untuk mempromosikan produk kepada konsumen.

Pengemasan Pangan

apa saja fungsi kemasan brainly

Merupakan cabang ilmu yang mempelajari usaha-usaha manusia dalam mengawetkan bahan pangan atau makanan dengan menggunakan bahan-bahan pembungkus tertentu sesuai dengan sifat masing-masing produk, sehingga terhindar dari kerusakan yang dapat diakibatkan oleh pengaruh dari luar.


Peranan Pengemasan Dalam Pengawetan Pangan Adalah

  • Mempertahankan bahan dalam keadaan higienis.
  • Mengurangi terbuangnya bahan selama distribusi.
  • Mempertahankan gizi produk yang dikemas.
  • Sebagai alat penakar, media informasi dan seekaligus sebagai sarana promosi.

Peranan ini dapat diperjelas dengan berfungsinya suatu kemasan dalam: melindungi bahan pangan dari kerusakan-kerusakan dan penguraian dan dapat mempermudah dalam pengangkutan/transportasi.


Pemberian Label

Pemberian label dan dekorasi pada bagian luar kemasan memberikan kegunaan yang berarti bagi kemasan, yaitu untuk:

  • Mengidentifikasi isi, jenis, dan jumlahnya.
  • Mengidentifikasi merek pembuatnya dan kualitas produk.
  • Menambah daya tarik konsumen untuk membeli.
  • Sebagai petunjuk bagi pembeli bagaimana seharusnya menggunakan produk yang bersangkutan.

Kemasan memberi perlindungan terhadap produk yang dikemas selama pengapalan, distribusi, penyimpanan dan pemasaran sehingga dapat diangkut ke tempat-tempat yang jauh dan disimpan untuk jangka waktu yang lama. Perlindungan diberikan terhadap suatu roduk.


Kerusakan Kemasan

Kerusakan kimia meliputi:

  • Interaksi antara produk dan wadahnya.
  • Permeabilitas gas dan cairan/air.
  • Menguapnya cairan dan aroma.
  • Kerusakan mikrobiologi biasanya diikuti oleh kerusakan kimia.
  • Kerusakan fisik sering disebabkan oleh kesalahan penumpukan, akibat hentakan, goncangan, suhu, cahaya, dan gangguan dari serangga dan tikus.
  • Iklim sekitar, terutama temperatur dan kelembaban.

Klasifikasi Pengemasan

Kemasan berdasarkan frekuensi pemakaian yaitu:


Kemasan Sekali Pakai (Disposable)

Kemasan sekali pakai (Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng.

  • Kemasan yang dapat dipakai berulang kali (Multi Trip), seperti beberapa jenis botol minuman (limun, bir) dan botol kecap.Wadah-wadah tersebut umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik.
  • Kemasan yang tidak dibuang (Semi Disposable). Wadah-wadah ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai, misalnya kaleng biskuit, kaleng susu, dan berbagai jenis botol. Wadah-wadah tersebut digunakan untuk penyimpanan bumbu, kopi, gula, dan sebagainya.

Kemasan Berdasarkan Struktur Sistem Kemas

  • Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, bungkus tempe)
  • Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus, keranjang tempe, dan sebagainya.
  • Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu apabila masih diperlukan lagi pengemasan setelah kemasan primer, sekunder dan tersier. Umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.

Kemasan Berdasarkan Sifat Kekakuan Bahan Kemas

  • Kemasan fleksibel, yaitu bila bahan kemas mudah dilenturkan, misalnya plastik, kertas, foil.
  • Kemasan kaku, yaitu bila bahan kemas bersifat keras, kaku, tidak tahan lenturan, patah bila dipaksa dibengkokkan. Misalnya kayu, gelas, dan logam.
  • Kemasan semi kaku/semi fleksibel, yaitu bahan kemas yang memiliki sifat-sifat antara kemasan fleksibel dan kemasan kaku, seperti botol plastik (susu, kecap, saus) dan wadah bahan yang berbentuk pasta.

Kemasan Berdasarkan Sifat Perlindungan Terhadap Lingkungan

  • Kemasan Hermetis, yaitu wadah yang secara sempurna tidak dapat dilalui oleh gas, misalnya kaleng dan botol gelas.
  • Kemasan Tahan Cahaya, yaitu wadah yang tidak bersifat transparan, misalnya kemasan logam, kertas dan foil. Kemasan ini cocok untuk bahan pangan yang mengandung lemak dan vitamin yang tinggi, serta makananyang difermentasi.
  • Kemasan Tahan Suhu Tinggi, jenis ini digunakan untuk bahan pangan yang memerlukan proses pemanasan, sterilisasi, atau pasteurisasi.

Kemasan Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pakai

  • Wadah siap pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya.
  • Wadah siap dirakit atau disebut juga wadah lipatan, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.

Apa Saja Fungsi Dari Kemasan?

fungsi kemasan pada produk

Teknologi telah membuat packaging berubah fungsi, dulu orang bilang “Packaging protects what it sells (kemasan melindungi apa yang dijual)”. Sekarang, “Packaging sells what it protects (Kemasan menjual apa yang dilindungi)”. Berdasarkan fungsinya, kemasan modern dibagi menjadi 6 yakni kategori:


  1. Fungsi Proteksi

Kemasan harus mampu memberikan perlindungan fisik terhadap isi produk. Perlindungan fisik tersebut mencakup ketahanan terhadap benturan, tekanan, temperatur dan lain-lain. Perlu diperhatikan juga materi yang hendak dikemas tahan terhadap oksigen, air, debu dan sebagainya. Mau tak mau desainer harus mengenal material teknologi pengemasan yang baik.


  1. Fungsi Pengelompokan, Penempatan dan Penyimpanan

Kemasan yang ideal sebaiknya harus menjawab bagaimana sebuah materi dikelompokan atau ditempatkan. Harus diperhitungkan juga, bagaimana kemasan tersebut ketika ditumpuk atau dibawa dalam jumlah yang banyak. Apakah efisien dan memungkinkan untuk ditumpuk.


  1. Fungsi Keamanan

Kemasan tersebut telah teruji dengan baik bagi keamanan konsumen. Apabila material yang digunakan untuk membungkus dapat mencemari isi produk didalamnya secara kimiawi. Pastikan juga agar material pembungkus tidak meracuni isi produk.


  1. Fungsi Informasi

Kemasan yang ideal sebaiknya memberikan informasi yang sesuai dan dibutuhkan kepada khalayak, baik secara verbal maupun visual. Intinya adalah apakah elemen- elemen desain dalam kemasan sudah memberikan informasi secara cepat, mudah  dan lengkap, mulai dari batas kadaluarsa, komposisi makanan, halal atau haram dan lain sebagainya.


  1. Fungsi Kemudahan Fisik

Fungsi yang satu ini jangan sampai diabaikan, karena bentuk kemasan yang trimarta harus memudahkan baik saat pengepakan, distribusi, maupun penggunaan oleh end user. Faktor ergonomik bisa dibilang sangat berperan didalam pengembangan desain kemasan.


  1. Fungsi Marketing

Fungsi yang harus juga dipenuhi, yaitu fungsi marketing, bagaimana kemasan mampu menjawab aspirasi konsumen. Untuk memenuhi fungsi marketing, otomatis diperlukan kepekaan desainer terhadap kebutuhan dan keinginan khalayak. Desain kemasan yang baik adalah yang bisa memvisualisasikan “brand” alias membantu branding sebuah produk (Utami dalam Dwi Arum, 2013).


Peranan Kemasan

Ada empat peranan kemasan sebagai satu alat pemasaran, yaitu:

  1. Swalayan (self service)

Semakin banyak jumlah produkyang dijual dengan cara pembeli mengambil sendiri barang yang dibutuhkan, kemasan semakin berfungsi lebih banyak lagi dalam proses penjualan, dimana kemasan harus menarik, menyebutkan ciri-ciri produk, meyakinkan konsumen dan memberi kesan menyeluruh yang menguntungkan.


  1. Kemakmuran konsumen (consumer affluence)

Meningkatkan kekayaan konsumen akan berarti bahwa konsumen bersedia membayar lebih mahal bagi kemudahan, penampilan, ketergantungan dan prestise dari kemasan yang lebih baik.


  1. Citra perusahaan dan merk (company and brand image)

Banyak perusahaan mengakui adanya kekuatan yang dikandung dari kemasan yang dirancang dengan cermat dalam mempercepat konsumen mengenali perusahaan atau merknya.


  1. Peluang inovasi (innovational opportunity)

Cara kemasan yang inovatif akan bermanfaat bagi konsumen dan juga memberi keuntungan bagi produsen (Saladin dalam Evan Tandio, 2013).


Alasan Kenapa Kemasan diperlukan?

Ada tiga alasan mengapa kemasan diperlukan

  • Kemasan memenuhi sasaran keamanan (safety) dan kemanfaatan (utility).
  • Kemasan bisa melaksanakan program pemasaran perusahaan.
  • Untuk meningkatkan laba.

Sebuah kemasan dapat mempengaruhi sikap dan kepercayaan konsumen dalam keputusannya untuk membeli suatu produk, karena konsumen menilai sebuah produk pertama kali melalui kemasannya.


Fungsi Kemasan Berdasarkan Faktornya

fungsi utama kemasan produk adalah

Fungsi kemasan harus menampilkan sejumlah faktor penting sebagai berikut:

  1. Faktor pengaman

Melindungi produk terhadap berbagai kemungkinan dan dapat menjadi penyebab timbulnya kerusakan barang misalnya: cuaca, sinar, jatuh, penumpukan, kuman, serangga, dan lain-lain.


  1. Faktor ekonomi

Perhitungan biaya produksi yang efektif termasuk pemilihan bahan, sehingga biaya tidak melebihi proporsi manfaatnya.


  1. Faktor pendistribusian

Mudah didistribusikan dari pabrik distributor atau pengecer sampai ke tangan konsumen. Ditingkat distributor atau pengecer, kemudahan penyimpanan dan pemajangan perlu dipertimbangkan.


  1. Faktor komunikasi

Sebagai media komunikasi yang menerangkan atau mencerminkan produk, citra merk dan juga sebagai bagian drari produksi, dengan pertimbangan mudah untuk dilihat, dipahami, dan diingat.


  1. Faktor ergonomik

Berbagai pertimbangan agar kemasan mudah dibawa di pegang, dibuka, dan mudah diambil atau dikeluarkan isinya.


  1. Faktor estetika

Keindahan merupakan daya tarik visual yang mencakup pertimbangan penggunaan warna, bentuk, merk/logo, ilustrasi, huruf, dan tata letak untuk mencapai mutu daya tarik visual secara optimal.


  1. Faktor identitas

Secara keseluruhan, kemasan harus berbeda dengan kemasan lain, yakni memiliki identitas produk agar mudah dikenali dan membedakannya dengan produk-produk lain.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Apa Fungsi Kemasan Pada Mulanya? semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang: