Aspek Perkembangan Anak Usia Dini: Teori dan Pola Perkembangan

Diposting pada

Aspek Perkembangan Anak Usia Dini: Teori dan Pola Perkembangan – Penting bagi orang tua untuk mengikuti tahap perkembangan anak. Di setiap tahapan tersebut, mereka akan menunjukkan sebuah kebiasaan yang baru. Bila Mums dan Dads bisa mengarahkan dengan penuh kesabaran, kebiasaan yang bagus akan terbentuk. Bahkan, nilai kepercayaan diri terhadap diri mereka sendiri bisa berubah. Karenanya, tidak jarang orang tua akan menemukan keahlian spesifik yang bisa dikembangkan.

Mums dan Dads perlu mengetahui terdapat 6 aspek perkembangan anak usia dini. Di dalam setiap aspek ini, tidak hanya kebutuhan fisik saja yang perlu diperhatikan, melainkan juga hal-hal yang bersifat sosial, kejiwaan, dan sebagainya. Setiap aspek ini berpengaruh satu sama lain dalam mempersiapkan si Kecil menjadi pribadi yang sehat, baik secara jasmani maupun jiwa.


Aspek-aspek Perkembangan Anak Usia Dini

  • Nilai Agama dan Moral

  1. Mengenal agama yang ajarkan.
  2. Mengerjakan ibadah.
  3. Berperilaku jujur, penolong, sopan, hormat, sportif, dsb.
  4. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
  5. Mengetahui hari besar agama.
  6. Menghormati (toleransi) agama orang lain.

  • Fisik Motorik

Motorik Kasar

  1. Melakukan pergerakan tubuh secara penyelarasan untuk melatih kelenturan, keseimbangan serta kelincahan anak.
  2. Melakukan penyelarasan gerakan mata, kaki, tangan, kepala dalam mengikuti tarian Melakukan permainan fisik dengan aturan.
  3. Terampil menggunakan tangan kanan dan kiri.
  4. Melakukan kegiatan kebersihan diri.

Motorik Halus

  1. Menggambar sesuai gagasannya.
  2. Meniru bentuk.
  3. Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan.
  4. Menggunakan alat tulis dan alat makan dengan benar.
  5. Menggunting sesuai dengan pola.
  6. Menempel gambar dengan tepat.
  7. Mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar secara rinci.

Kesehatan dan Perilaku Keselamatan

  1. Berat badan sesuai tingkat usia.
  2. Tinggi badan sesuai standar usia.
  3. Berat badan sesuai dengan standar tinggi badan.
  4. Lingkar kepala sesuai tingkat usia.
  5. Menutup hidung dan mulut (misal, ketika batuk dan bersin).
  6. Membersihkan, dan membereskan tempat bermain.
  7. Mengetahui situasi yang membahayakan diri.
  8. Memahami tata cara menyebrang.
  9. Mengenal kebiasaan buruk bagi kesehatan (rokok, minuman keras).

  • Kognitif

Belajar dan Pemecahan Masalah

  1. Menunjukkan aktivitas yang bersifat eksploratif dan menyelidik (seperti: apa yang terjadi ketika air ditumpahkan).
  2. Memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang fleksibel dan diterima social.
  3. Memakai pengetahuan dalam bentuk yang baru.
  4. Menunjukkan sikap kreatif dalam menyelesaikan masalah (ide, gagasan di luar kebiasaan).

Berpikir Logis

  1. Mengetahui perbedaan berdasarkan ukuran lebih besar kurang besar panjag dan pendek
  2. Menunjukkan idenya dalam memilih permainan (contohnya ayo kita meniru gaya sapi).
  3. Menyusun perencanaan kegiatan yang akan dilakukan.
  4. Mengenal sebab-akibat tentang lingkungannya (angin bertiup menyebabkan daun bergerak, air dapat menyebabkan sesuatu menjadi basah).
  5. Mengatur benda berdasarkan bentuk, warna serta ukuran
  6. Bisa mengatur benda yang lebih banyak ke dalam bentuk yang sama, atau bentuk berpasangan yang lebih dari 2 variasi.
  7. Mengenal pola ABCD-ABCD.
  8. Bisa menyusun benda berdasarkan dari ukuran yang paling kecil hingga ukuran yang ke paling besar

Berpikir Simbolik

  1. Menyebutkan lambang bilangan 1-10.
  2. Menggunakan lambang bilangan untuk menghitung.
  3. Mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan.
  4. Mengenal beberap macam lambang huruf.
  5. Merepresentasikan berbagai macam benda dalam bentuk gambar atau tulisan (ada benda pensil yang diikuti tulisan dan gambar pensil).

  • Bahasa

Memahami Bahasa

  1. Mengerti beberapa perintah secara bersamaan.
  2. Mengulang kalimat yang lebih kompleks.
  3. Memahami aturan dalam suatu permainan.
  4. Senang dan menghargai bacaan.

Mengungkapkan Bahasa

  1. Menjawab pertanyaan yang lebih kompleks.
  2. Mengatakan bentuk gambar yang mempunyai bunyi yang sama.
  3. Berbicara secara lisan, mempunyai perdanaan kata dan mengenal bentuk-bentuk untuk persiapan membaca, menulis dan berhitung.
  4. Menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap.
  5. Memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengekpresikan ide pada orang lain.
  6. Melanjutkan sebagian cerita/dongeng yang telah diperdengarkan.
  7. Menunjukkkan pemahaman konsep-konsep dalam buku cerita.

Keaksaraan

  1. Menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal.
  2. Mengenali huruf pertama dari benda-benda yang ada di sekitarnya.
  3. Menyebutkan bentuk gambar yang mempunyai suara atau huruf awal yang sama.
  4. Memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf.
  5. Membaca nama sendiri.
  6. Menuliskan nama sendiri.
  7. Memahami arti kata dalam cerita.

  • Sosial Emisional

Kesadaran Diri

  1. Memperlihatkan kemampuan diri untuk menyesuaikan dengan situasi.
  2. Menunjukan kehati-hatian kepada orang yang belum dikenal.
  3. Mengenal perasaan sendiri dan mengelolanya secara wajar (mengendalikan diri secara wajar).

Rasa Tanggung jawab Diri Sendiri dan Orang lain

  1. Tahu akan hak nya.
  2. Mentaati aturan kelas (kegiatan, aturan).
  3. Mengatur diri sendiri.
  4. Bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan diri sendiri.

Perilaku Prososial

  1. Bermain dengan teman seumura.
  2. Mengetahui perasaan temannya dan merespon secara wajar.
  3. Berbagi dengan orang lain.
  4. Menghargai hak/pendapat/karya orang lain.
  5. menggunakan fikiran untuk menyelesaikan masalah.
  6. Bersikap kooperatif dengan teman.
  7. Menunjukkan sikap toleran.
  8. Mengekspresikan emosi yang sesuai dengan kondisi yang ada (senang-sedih-antusias dsb).
  9. Mengenal sopan santun sama dengan nilai sosial budaya dilingkungan tersebut.

  • Seni

Buah Hati Bisa Menikmati Beberapa Alunan Music atau Suara

  1. Anak bersenandung atau bernyanyi sambil mengerjakan sesuatu.
  2. Memainkan alat musik/instrumen/benda bersama teman.

Tertarik dengan kegiatan seni

  1. Menyanyikan lagu dengan sikap yang benar.
  2. Menggunakan berbagai macam alat musik tradisional maupun alat musik lain untuk menirukan suatu irama atau lagu tertentu.
  3. Bermain drama sederhana.
  4. Menggambar berbagai macam bentuk yang beragam.
  5. Melukis dengan berbagai cara dan objek.
  6. Membuat karya misalnya wujud sebenarnya dengan bahan sepertikertas, plastisin, balok, dll.

Hal yang Perlu Diketahui Tentang Perkembangan Anak

Setiap aspek perkembangan anak yang telah disebutkan di atas memang perlu untuk diperhatikan oleh setiap orang tua, bahkan dilatih sedini mungkin. Akan tetapi, tak perlu merasa khawatir jika anak tidak menunjukkan perkembangan yang sama dengan anak lain seumurnya. Ada beberapa hal yang perlu Mums dan Dads ketahui tentang perkembangan anak ini, antara lain:


  • Lakukan Pemeriksaan Secara Rutin

Cara terbaik untuk memastikan bahwa si Kecil mengalami perkembangan yang sesuai usianya adalah dengan membawanya untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter anak ataupun bidan. Tenaga medis ini nantinya akan memeriksa perkembangan fisik si Kecil dan berbicara dengan Mums tentang kemajuan apa yang telah dicapai, termasuk apa yang dapat dilakukan untuk menstimulasinya di kemudian hari.


  • Tahapan Perkembangan Hanyalah Sebatas Pedoman

Ingatlah bahwa tahapan perkembangan ini bukanlah suatu pedoman mutlak yang perlu diterapkan. Beberapa bayi ada yang melewati satu tahapan lebih awal, namun ada pula yang justru melewati lebih lambat dari yang lainnya. Setiap bayi berkembang dengan kecepatannya masing-masing. Perkembangan yang terjadi lebih lambat dari rata-rata bukanlah cerminan kemampuannya di masa depan.


  • Tahapan perkembangan dimulai Dari Kepala dan Terus Turun

Jangan khawatir jika si Kecil mungkin mengalami perkembangan yang sangat cepat dalam proses berbicaranya, namun justru tak menunjukkan banyak perkembangan untuk berjalan. Ketahuilah bahwa tahapan perkembangan anak dimulai dari kepala dan bergerak terus ke bawah dalam urutan tertentu. Si Kecil tidak akan mencapai keterampilan baru sebelum dia bisa mengembangkan kontrol otot atau pola pikir tertentu yang dibutuhkan oleh keterampilan baru tersebut.


  • Cara Menstimulasi Perkembangan Anak

Mums dapat memeberikan stimulasi untuk mendukung perkembangan si Kecil, namun bukan berarti Mums dapat membuatnya memiliki keterampilan baru yang belum siap dikembangkannya. Melakukan stimulasi untuk perkembangannya dapat dilakukan dengan mengajaknya bermain, membacakan cerita, menyanyikan lagu dan mengajaknya menari, atau membiarkan anak bereksplorasi sendiri dengan lingkungannya. Melakukan sentuhan fisik seperti menyentuh, memeluk, menggelitik, dan memijatnya juga bisa menjadi cara yang tepat untuk menstimulasi perkembangan anak.


  • Apabila Tahapan Perkembangan Tampak Tidak ada Kemajuan

Jika memang Mums merasa perkembangan si Kecil tidak lagi mengalami kemajuan, segera bicarakan dengan dokter. Semakin cepat Mums mengonsultasikannya pada dokter, dokter dapat menganalisa penyebab dan mengambil tindakan lebih lanjut. Melihat perkembangan si Kecil dari waktu ke waktu memang sangat menyenangkan. Rasa tak sabar menantikan hal baru yang bisa dilakukannya pasti sering Mums alami.

Akan tetapi, tak perlu langsung memaksakan perkembangan si Kecil jika memang ia belum mencapai tahapan seperti anak-anak lainnya. Ingatlah bahwa perkembangan setiap anak berbeda. Untuk membantu Mums memantau perkembangan si Kecil, Mums juga bisa memanfaatkan Fitur Checklist Aplikasi Teman Bumil!


Teori Pertumbuhan dan Perkembangan

Ada 6 teori yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak,di antaranya sebagai berikut :


  • Teori Behaviorisme

Kelakuan bisa dibuat dengan memberikan jawaban pada bentuk kata-kata maupun tindakan tertentu.


  • Teori Maturationis

Pengalaman memainkan peranan yang sangat penting dalam perkembangan. Teori ini percaya bahwa suatu tingkatan perkembangan anak adalah penentu yang paling utama dalam hal kesuksesan social dan intelektual,terutama didalam lingkungan sekolah.


  • Teori Interaksi

Bahwa anak-anak itu membangun pengetahuannya melalui interaksi dengan lingkungan. Anak-anak bukanlah suatu objek penerimapengetahuan yang pasif,melainkan mereka dengan aktif melakukan pengaturan pengalaman mereka kedalam struktur mental yang kompleks.


  • Teori Psikoanalisis

Anak-anak bergerak melalui langkah-langkah yang berbeda dengan tujuan untuk mencari kepuasan yang berasal dari sumber berbeda,dimana mereka juga harus berusaha untuk menyeimbangkan keadaan tersebut dengan harapan orang tua.


  • Teori Pengaruh

Seorang anak akan berkembang secara menyeluruh. Perkembangan di satu area pasti memengaruhi perkembangan di dalam area yang lain.


  • Teori Konstruktivisme

Bertolak dari suatu keyakinan bahwa belajar adalah membangun pengetahuan itu sendiri, setelah dicernakan dan kemudian dipahami dalam diri individu dan merupakan perbuatan dari dalam diri seseorang.


Pola Perkembangan Anak

Ada beberapa pola perkembangan anak,yaitu sebagai berikut :

  • Perkembangan Fisik

Perkembangan fisik berlangsung secara teratur,tidak secara acak. Perkembangan bayi ditandai dengan adanya perubahab dari aktivitas yang tidak terkendali menjadi suatu aktivitas yang terkendali. Perkembangan fisik pada masa bayi berjalan dengan cepat. Bayi belajar untuk mengendalikan kepala,menggapai sebuah objek,dan barang kali berdiri dan berjalan  ditahun pertama tersebut.

Apabila buah hati tumbuh dari kebolehan alat mereka tidaklah samacepatnya dengan seperti pada masa kanak-kanak, tetapihal tersebut berlangsung terus sepanjang masa kanak-kanak. Beberapa hal dapat membantu kita dalam mengembangkan keadaan fisik dari anak-anak lewat kegiatan-kegiatan :

  1. Menyediakan permainan diluar ruangan. Permainan yang ada sebaiknya merupakan permainan yang dapat mengembangkan keterampilan memanjat,berlari,melompat,dan seterusnya.
  2. Meyakinkan anak-anak bahwa mereka memiliki suatu kesempatan untuk berada di dalam suatu area permainan yang berisi matras,bola karet dan target,dan bahan-bahan lain yang dapat mendukung perkembangan anak.

  • Perkembangan Sosial

Perkembangan social dan emosional bayi juga tidak dapat dibedakan,pada respons yang diberikan terhadap suatu stimuli seperti lapar atau dingin maka akan menimbulkan tangisan yang tidak dikhususkan bagi stimuli tersebut. Ketika anank berusia tiga tahun,anak mulai membangun suatu hubungan dengan keluarga mereka dan juga dengan orang lain yang bukan merupakan anggota keluarga mereka. Mereka juga mencoba untuk membuat sebuah strategi untuk menyatakan keinginan mereka dan beberapa ide tentang identifikasi terhadap peran seks.

  1. Perkembangan Kepribadian,guru yang berfikir tentang prilaku anak-anak akan merencanakan program yang menyediakan banyak peluang untuk anak-anak untuk membangun kepercayaan dan untuk membuat berbagai pilihan serta merasakan sukses dari pilihan yang mereka buat sendiri.
  2. Perkembangan Konsep Diri,konsep diri dikembangkan secara bertahap; anak mengembangkan konsep dirinya sebagai seorang individu yang terpisah dari orang lain selama beberapa tahun. Melalui interaksi pertama anak dengan orang tua dan keluarga dan kemudian dengan orang lain di luar keluarga tersebut,anak secara berangsur-angsur mulai mengembangkan suatu konsep mengenaiseperti apa mereka dan siapa mereka.
  3. Peran Dari Permainan,pengalaman bermain sangat penting di dalam perkembangan social dan emosional dari anak-anak. Anak-anak dapat memainkan berbagai peran dan prilaku serta mendapatkan umpan balik tentang kecocokkan dari prilaku dalam bermain. Anak-anak yang lebih muda sering memainkan peran anggota keluarga, dan seiring dengan pengalaman yang mereka miliki maka mereka juga mulai mencoba untuk memainkan peran di luar peran keluarga tersebut.
  4. Agresi,aspek yang lain tentang pembangunan social yang patut mendapat perhatian adalah agresi. Para guru dan orangtua mempunyai kaitan dengan prilaku yang agresif pada anak-anak. Hasil dari studi menunjukan bahwa prilaku yang agresif di kelas dapat dikurangi dengan menyediakan bahan-bahan,ruang yang cukup sedemikian hingga anak-anak tidak mempunyai alasan untuk bersaing antara anak yang satu dengan anak yang lainnya.
  5. Identifikasi Peran Seks,sebelum anak yang berusia tiga tahun mulai untuk mengidentifikasi diri mereka sendiri sebagai anak laki-laki atau anak perempuan, maka pada usia ini mereka sudah dapat mengidentifikasi orang lain sebagai anak laki-laki atau perempuan. Selanjutnya mereka mulai mengembangkan konsep identitas seksual dan sikap mereka tentang peran yang sesuai bagi pria dan wanita.

  • Perkembangan Emosional

Perkembangan emosional seperti perkembangan fisik dan social,mengikuti tahapan  perkembangan  yang dapat diramalkan tentang pertumbuhan. Bayi bereaksi terhadap emosi apapun dengan mengeluarkan suara tangisan yang tidak dibedakan. Anak kecil memiliki perilaku yang sangat memaksa. Meraka hanya memiliki sedikit kendali dari dorongan hati mereka dan mudah merasa putuh asa.

Bagi anak yang berada di bangku Taman Kanak –kanak dan kelas satu,sudah dapat menyatakan dan melabelkan suatu emosi yang luas. Mereka dapat menguraikan rasa sedih yang mereka alami,rasa marah,atau perasaan senang dan juga menguraikan suatu situasi yang merupakan emosi yang dihasilkan oleh anak-anak yang lain.


  • Perkembangan Intelektual

Perkembangan kognisi mengacu pada perkembangan anak dalam berfikir dan kemampuan untuk member alas an. Perkembangan kognitif dari anak-anak yang lebih muda diuraikan dalam beberapa teori yang berbedadi daam kurun waktu yang berbeda. Para pendukung teori behavior memiliki segi pandang bahwa anak-anak tumbuh dengan mengumpulkan informasi yang semakin bayak dari hari ke hari.

Piaget dalam Nixon dan Gould menguraikan perkembangan kognitif dari anak-anak dalam beberapa langkah,yang mencangkup tahap sensorimotor,pra operational,dan tahap konkret operasional. Tahapan-tahapan ini mengembngkan anak untuk bertumbuh kearah kedewasaan dan juga pengalaman.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Aspek Perkembangan Anak Usia Dini: Teori dan Pola Perkembangan semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare :).

Baca juga artikel lainnya tentang: