9 Elemen Penting Pada Bisnis Model Canvas: Alasan dan Contoh

Diposting pada

9 Elemen Penting Pada Bisnis Model Canvas: Alasan dan Contoh – Seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang semakin berkembang pesat, secara tidak langsung juga mempunyai dampak yang luas pada dunia bisnis yang ada, terutama pada bisnis UKM. Jumlah bisnis UKM yang naik secara signifikan tentu membantu pemulihan perekonomian negara secara perlahan.

Kemajuan seperti ini tentu bukan hanya diraih dalam waktu yang singkat. Ada banyak pembelajaran, trik dan teknik khusus yang dilakukan oleh masing – masing pelaku bisnis UKM tersebut. Contohnya adalah degan menerapkan teknik bisnis model canvas ( BMC )


Pengertian 9 Elemen

Bisnis model kanvas adalah sebuah strategi dalam manajemen yang berupa visual chart yang terdiri dari 9 elemen. Alexander Osterwalder orang yang pertama kali mengenal Model bisnis tersebut dalam bukunya yang berjudul Business Model Generation. Isi buku Alexander memberitahu sebuah framework sederhana untuk mempresentasikan elemen-elemen penting yang terdapat dalam sebuah model bisnis. Sebenarnya jalan model bisnis kanvas sangat sederhana. Jalannya mengalir dari satu elemen ke elemen penting selanjutnya. Berikut adalah sembilan elemen yang terdapat dalam bisnis model kanvas.


9 Elemen Dalam Bisnis Model Canvas

Elemen-elemen yang harus ada di dalam model bisnis canvas disebut juga dengan pilar utama yang menjadi rangkuman proses bisnis secara menyeluruh. Dengan melihat 9 pokok elemen ini pembaca sudah dapay mengetahui dan memvalidasi apakah suatu ide bisnis tersebut potensial atau tidak. Berikut ini adalah elemen-elemen yang harus ada pada BMC sehingga bisa dengan mudah dipahami:


  • Customer Segment

Elemen pertama adalah customer segment atau segmen pelanggan yang harus diterangkan di sana. Pada segmen pertama pelaku bisnis atau pembuat model harus menentukan siapa segmen pelanggan yang akan menggunakan produk. Hal ini penting karena terkadang sebuah perusahaan mengeluarkan dua produk sekaligus dalam waktu bersamaan tapi target pasarnya berbeda.

Sebagai contoh misalnya sebuah televisi memiliki dua acara yang tidak sama untuk memenuhi segmen penonton yang dimilikinya. Acara anak-anak untuk segmen penonton anak usia sekolah dan acara berita untuk segmen penonton orang dewasa. Dengan menentukan customer segmen maka akan lebih jelas siapa yang akan menjadi sasaran atau pasar bisnisnya. Jika sasaran pasar semakin jelas maka akan semakin mudah melakukan promosi dan pengenalan produk.


  • Value Propositions

Pada elemen ini pemilik bisnis harus bisa menerangkan keunggulan produk yang dimilikinya. Apa sebenarnya manfaat dari produk yang ditawarkannya bagi target konsumen (Customer Segment)-nya. Pada blok inilah sebenarnya merupakan kesempatan perusahaan untuk menunjukkan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya khususnya untuk produk yang ditawarkan.

Dalam kesempatan ini perusahaan bisa menjelaskan secara mendetail terkait kekuatan bisnis yang dimilikinya dan membedakannya dengan bisnis lain. Selain itu perusahaan juga bisa menjelaskan secara mendetail tentang keunggulan produk yang ditawarkan bagi customer segment. Dengan begitu pembaca bisa memahami nilai yang ditawarkan perusahaan tersebut.


  • Channel

Channel yang dimaksud di sini adalah saluran yang bisa digunakan untuk menyampaikan deskripsi sebuah produk ke pelanggan. Tidak cukup hanya membuat atau menentukan value proposition untuk ditunjukkan kepada rekan bisnis tapi harus disampaikan kepada pelanggan. Melalui penggunaan channel yang tepat barulah seorang pebisnis bisa menyampaikan value perusahaannya pada customer segment yang sudah ditentukan sebelumnya.

Jadi sebagai pelaku bisnis harus berfikir keras untuk menentukan channel atau media yang paling tepat untuk menyampaikan value-nya. Sangat penting melakukan ini karena channel merupakan satu elemen paling penting dalam sebuah keberhasilan bisnis. Salah memilih media atau channel maka akan berakibat fatal dalam perjalanan sebuah bisnis. Jadi putuskan dengan bijak dan benar dalam memilih channel yang akan digunakan.


  • Revenue Streams

Elemen selanjutnya adalah revenue stream atau aliran pendapatan dalam sebuah bisnis. Aliran pendapatan bisa disebut sebagai bagian terpenting bahkan tujuan utama dari sebuah bisnis. Menjadi alasan utama mengapa sebuah bisnis dilakukan adalah untuk mendapatkan aliran pendapatan. Oleh sebab itu harus dilakukan pengelolaan yang semaksimal mungkin untuk meningkatkan pendapatan bisnis.

Semua aspek seperti bahan baku, produk atau kinerja harss dimanfaatkan dengan maksimal agar tidak menimbulkan kerugian bisnis. Harus mampu memilih metode atau cara yang tepat untuk melakukan pengelolaan revenue stream agar perusahaan mendapatkan keuntungan maksimal dari ini. Dengan begitu perusahaan juga akan semakin mengalami kemajuan bisnis.


  • Customer Relationship

Ini merupakan elemen penting yang juga harus diperhatikan oleh perusahaan terkait hubungan perusahaan dengan customernya. Pada bagian ini perusahaan dapat menjalin hubungan baik dengan para pelanggan dan memastikan pelanggan memiliki loyalitas tinggi dan tidak berpaling. Memang dibutuhkan pengawasan intensif dan mendalam untuk memastikan pelanggan tetap loyal pada perusahaan dan produk yang ditawarkan.

Perusahaan harus terus berusaha untuk menjalin hubungan baik dengan para pelanggan setianya agar tidak terjadi putusnya hubungan. Jika ada keluhan atau kekurangan dari perusahaan di mata pelanggan maka perusahaan bisa langsung mengetahui dan menanganinya. Pelanggan adalah harta berharga bagi perusahaan karena pendapatan perusahaan berasal dari para pelanggannya.


  • Key Activities

Dalam elemen ini harus dijelaskan secara pasti kegiatan apa yang harus dilakukan untuk menciptakan value preposition. Semua aktivitas yang akan meningkatkan produktivitas bisnis dan mempengaruhi produk harus dijelaskan di sini. Ini merupakan kunci kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah bisnis.

Key activities juga bisa diartikan sebagai kegiatan atau aktivitas perushaan yang dilakukan sebagai eksekusi atau hasil akhir dari value preposition. Dengan melakukan aktivitas yang sesuai value proposition maka perusahaan bisa semakin meningkatkan valuenya di mata pelanggan.


  • Key Resources

key resources adalah elemen yang berisi tentang seluruh yang dibutuhkan perusahaan untuk beroperasi. Fungsi utama key resources adalah membuat key activities bisa berjalan dengan baik tanpa gangguan. Perusahaan wajib memilih dan memenuhi yang key resources butuhkan untuk menjalankan seluruh aktivitas bisnisnya.

Perusahaan harus menghitung semua biaya yang dibutuhkan untuk mempunyai key resources yang dibutuhkan dalam bisnisnya. Untuk itu tentukan dengan detail key resources yang dibutuhkan untuk melakukan semua aktivitas bisnis yang diperlukan. Jika tidak memiliki resources yang dibutuhkan maka dibutuhkan pinjaman dari partner yang dipilih.


  • Key Partnerships

Sebuah perusahaan atau pelaku bisnis yang baik selain memiliki hubungan baik dengan pelanggan, juga harus memiliki hubungan baik dengan semua stake holdernya juga. Pada elemen ini harus bisa mendeskripsikan siapa saja stake holder dalam bisnis yang dilakukan. Perusahaan harus bisa menentukan dengan siapa saja akan menjalin hubungan baik guna menciptakan siklus bisnis yang sehat.

Tentukan siapa saja yang akan menjadi stake holder mulai dari supplier, rekanan, tim pemasaran dan semua yang terlibat dalam menjalankan bisnis. Dengan demikian perusahaan akan tumbuh menjadi perusahaan yang sehat. Perusahaan juga akan disegani oleh banyak pihak karena bisa saling memberi manfaat satu dengan lainnya. Tentukan key partnership dengan benar untuk membuat siklus bisnis yang baik dan sehat sesuai harapan.


  • Cost Structure

Elemen yang terakhir dan sangat penting adalag terkait dengan struktur pembiayaan bisnis yang akan dijalankan. Semua kegiatan dalam bisnis membutuhkan biaya yang harus disediakan oleh perusahaan. Menyediakan key resource serta melakukan key activities membutuhkan cost structure yang jelas.

Pengelolaan biaya harus dilakukan secara hemat dan efisien serta meminimalisir kerugian yang mungkin terjadi. Dalam elemen ini harus dijelaskan dari mana sumber biayanya, bagaimana pengaturannya dan siapa yang melakukan pengaturan. Semua hal terkait cost structure harus dijelaskan gambling agar bisa diketahui apakah sebuah bisnis bisa berjalan dengan baik serta menghasilkan laba atau malah merugikan.


Alasan Menggunakan Bisnis Model Canvas

BMC banyak digunakan oleh para bisnis unnruk inovasi baru yang mempunyaii banyak kelebihan. Banyak alasan para bisnisman yang memilih model bisnis ini dalam melakukan usahanya, seperti di bawah ini:


  • Mudah divisualisasikan

Bisnis ini digunakan untuk melihat sebuah bisnis hanya dalam 9. Pembuat model harus memilah-milah bagian dari bisnis ke dalam 9 kotak atau blok yang sudah ditentukan. Dibandingkan dengan sebuah proposal binis, model bisnis ini memang lebih mudah digunakan untuk memvisualisasikan sebuah bisnis. Siapa pun yang melihat model bisnis ini bisa langsung tahu visualisasi 9 elemen dalam sebuah bisnis.


  • Lebih mudah dipahami

Tidak hanya itu pemula juga dengan mudah mengerti berbisnis bila melihat bisnis model canvas tersebut. Tentu saja begitu, karena sebuah bisnis hanya digambarkan dalam 9 blok yang sudah menuangkan semua dari isi sebuah bisnis. Melihatnya saja bisa langsung memahami sebuah bisnis dengan mudah karena tidak perlu membaca proposal dengan ratusan halaman.


  • Menjadi jelas alurnya

Selain menggambarkan elemen-elemen dalam sebuah bisnis secara lengkap, model ini juga menggambarkan alurnya. Ditandai dengan nomor elemen atau pilar yang membentuk alur berfikir bagi siapa pun yang membacanya. Bisa dengan mudah memahami bagaimana alur sebuah bisnis dijalankan dan juga memvalidasi apakah sebuah bisnis flexible atau tidak.


  • Lebih efektif

Menggunakan model bisnis ini akan lebih efektif dibandingkan model bisnis yang lama dengan menggunakan proposal. Sebelum adanya model bisnis ini maka saat melakukan presentasi diperlukan sekitar 40 lembar rencana bisnis yang detail dan merepotkan. Menggunakan BMC memang sangat efektif dan tidak merepotkan bagi pemilik bisnis saat harus membuatnya.


Contoh-Contoh Model Canvas Bisnis

  • Lapangan Futsal

–         Value proposition

Bisnis-bisnis tersebut bertujuan untuk memberikan tempat hiburan sekaligus olahraga yang semakin banyak pemintanya dikota lampung ini . Oleh karena itu karena futsal adalah salah satu tempat hiburan yang paling diminati baik dari kalangan remaja orang tua dan umum .

Dengan menggunakan rumput sintetis dan setiap bermain 1 jam sekali bisa mendapatkan air mineral gratis dalam kemasan galon. serta juga dapat di booking tanpa dp . dengan sistem konfirmasi 45 menit sebelum bermain.


–         Customer segment

Anak remaja baik yang masih sekolah, kuliah dan juga dewasa yang sudah bekerja . dengan cara tentunya sosialisasi langsung di lapangan membagikan brosur serta memakai pamflet atau banner di jalan jalan . juga dengan memasang iklan pada media cetak dan media sosial online .


–         Member

Dengan membayar iuran perbulan Rp.450.000 dalam bermain 4-5 x perbulan .


–    Channels

    Channels adalah cara atau media apa kita menyebarkan bisnis kita ini agar dapat dikenal masyarakat luas . pada bisnis saya kali ini saya akan menyebarkan bisnis saya ini dengan cara membagikan brosur di sekolah SMP dan SMA serta Kampus-Kampus dipalembang . juga memasang iklan di Koran .


–    Customer Relationship

    Dalam bisni futsal ini kami menerapkan customer relationship dengan cara pelayanan umum

    memakai admin yang sopan dan enak dipandang . dengan itu good relationship dapat terjalin

    serta mereka merasa terlayani dengan puas dan akan kembali lagi bermain di lapangan kami.


–   Key Resources

    di bisnis lapangan futsal kami kali ini menempatkan lapangan di tempat yang strategis yaitu ditengah pusat kota agar orang mudah terjangkau dan juga memiliki rumput sintetis yang jika melakukan tackle tidak baret atau luka dikaki . Kemudian jaring yang bermerek bagus dan bola dengan merek nike original dengan kualitas nomor wahid semua .


–    Key Activities

    Aktivitas yang dilakukan dalam bisnis ini adalah pembagian tugas untuk mencari agen agen tempat penjualan alat alat yang dibutuhkan untuk membangun bisnis ini, lalu me-loby tempat yang akan dipakai serta marketing oleh orang yang handal


–     Cost Structure

    Biaya yang akan dikeluarkan semuanya berhubungan dengan kedelapan bagian canvas model diatas yang akan menentukan harga yang akan dibutuhkan dalam bisnis ini.


  • Jual Pulsa

–         Value Propositian

Tujuan jelas dari bisnis dadakan ini menjual jasa dan barang dalam waktu genting dengan hanya menghubungi saya selaku penjual . (Isi dulu bayar belakangan) . Untuk mempermudah orang-orang yang membutuhkan pulsa tetapi sudah malam ataupun dalam keadaan lagi banyak kerjaan . nah inilah yang kami tawarkan untuk menutupi masalah-maslah tersebut


–         Customer Segment

Mahasiswa Kampus dan teman-teman yang nantinya juga akan menyebar luaskan informasi ini . karena banyak sekali mahasiswa di kamps yang misal membutuhkan saat lagi ada kuliah maupun lagi membutuhkan tetapi tidak memiliki uang saat itu .


–         Revenue Stream

     Karena Jasa ini dadakan, cukup wajar jika saya memberikan harga :

  1.        – Pulsa Rp.5000         = Rp.6.500
  2.        – Pulsa Rp.10.000      = Rp.11.500
  3.        – Pulsa Rp.20.000      = Rp.21.000
  4.        – Pulsa Rp.50.000      = Rp.53.000

–    Channels

    Channels adalah cara atau media apa kita menyebarkan bisnis kita ini agar dapat dikenal masyarakat luas setidaknya masyarakat di kampus dan juga teman teman yang sering kita temui melalui sosial media ataupun dengan brodacast message di BBM agar mereka mengetahuinya .


–    Customer Relationship

    Dalam penjualan pulsa saya tidak perlu banyak media cukup melalui kontak person ke saya jika sedang jauh dari saya ataupun dengan menemui saya langsung . dengan itu kita sama-sama diuntungkan .


–   Key Resources

    di bisnis ini saya memilih agen yang sangat murah sepalembang yang dengan modal -200 dari saldo pulsa . oleh karena itu saya pun bisa menjadi agen pulsa dengan harga yang murah juga.


–    Key Activities

    Aktivitas yang dilakukan dalam bisnis ini adalah hanya pencarian agen dan juga pembelian handphone sederhana yang fleksibel untuk dibawa kemana-kemana . Kemudian pendekatan dengan customer yang akan menjadi mitra saya tadi.


–    Key Partners

    Mitra kami dalam membangun bisnis ini adalah agen yang menjual saldo termurah sepalembang dan juga orang yang nantinya akan menjual pulsa dadakan juga seperti saya.


–     Cost Structure

    Biaya yang akan dikeluarkan semuanya berhubungan dengan kedelapan bagian canvas model diatas yang akan menentukan harga yang akan dibutuhkan dalam bisnis ini.


  • Kantin / Cafe

–            Value Proposition

Tujuan bisnis ini adalah bisnis sambilan dirumah saja yang skaligus untuk media tempat berkumpul bersama teman teman dan juga sambil menghasilkan uang . bisnis kantin sederhana dikarangan rumah ini menyediakan minuman dan makanan malam sederhana yang dilengkapi untuk bermain gaple dan juga kongkow-kongkow .


–            Customer Segment

Remaja, Dewasa dan juga Umum yang mencari makan sambil minum malam dengan menu sederhana dengan menyebarkan melalui mulut ke mulut .


–            Revenue Stream

Harga Makanan ringan disama ratakan .  ( tidak lebih dari Rp.17.000)

Harga Minum hangat dan es pun disamaratakan .  ( tidak lebih dari 15.000)

Demikian sedikit pembahasan mengenai 9 Elemen Penting Pada Bisnis Model Canvas: Alasan dan Contoh semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare :).

Baca juga artikel lainnya tentang: