Pengertian Osi Layer: Sejarah, Fungsi, Tujuan dan Manfaatnya

Diposting pada

Pengertian Osi Layer: Sejarah, Fungsi, Tujuan dan Manfaatnya – Bila sobat sudah memahami tentang komputer, pastinya sobat sudah mengerti tentang OSI Layer. Lewat artikel ini, mari kita bahas OSI layer, informasi pentingnya, dan contoh OSI Layer dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sejarah manusia, ada satu penemuan yang merupakan sebuah terobosan besar dan berdampak bagi semua orang.


Pengertian Osi Layer

OSI layer merupakan standar komunikasi yang ditetapkan dalam jaringan komputer. Komunikasi ini yang menyebabkan semua alat komunikasi dapat saling berkomunikasi melewati jaringan. Bentuk biografi OSI menyontohkan cara informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Bentuk bacaan OSI dalam konseptual terbagi ke dala dan lapisan, dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik.

Bentuk OSI dibuat oleh International Organization for Standardization yang menyiapkan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan, standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Terdapat 7 layer pada model OSI yang bertanggung jawab secara khusus pada proses komunikasi data. Misalnya, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.


Sejarah 7 Layer OSI

Seperti yang telah di jelaskan diatas, bahwa secara garis besarnya bahwa OSI Layer dapat didefinisikan sebagai suatu  model referensi  Interface standar terbuka yang pada saat itu mulai digunakan pada tahun 1977 oleh lembaga OSI, lalu setelah dilakukan percobaan terhadap organisasi itu maka diputuskan bahwa OSI akan memiliki dua komponen utama yaitu model 7 lapisan dan satu set protokol tertentu.

Namun banyak kedatangan Berbagai isu dalam desain OSI layer bahwasannya layer OSI itu sudah melakukan sebuah perubahan dari bentuk sebuah  jaringan yang mana hal tyersebut dinamakan dengan istilah CYCLADES. Hak itulah yang mempengaruhi suatu desain arsitektur Internet untuk saat itu.

Sejak pengoperasian dari model Layer  OSI, kerja dari teknologi Internet telah menjadi sangat halus dan benar – benar terorganisir sesuai dengan ketentuan yang sudah dirancang pada awalnya.

Sebelum dikeluarkannya model layer OSI saat ini , pada awalnya sebuah komunikasi dengan entitas yang berbeda serta vendor yang memang berbeda merupakan sesuatu hal yang bisa dikatakan sangat sulit, semua hal tersebut dikarenakan terbatasnya suatu model / desain system jaringan yang bisa menghubungkan beberapa perangkat komputer yang akan terhubung pada jaringan internet dengan berbagai macam vendor .

Hal ini dikarenakan setiap masing – masing vendor memiliki mekanisme / cara kerja yang berbeda – beda untuk melakukan suatu aktivitas komunikasi. Maka dengan demikian untuk mengatasi semua masalah komunikasi dengan entitas dari vendor – vendor yang berbeda muncul kebutuhan untuk memiliki platform umum yang dapat digunakan bersama.


Fungsi 7 layer Osi

  • Application Layer

Lapisan ini menjelaskan spesifikasi untuk lingkup di mana aplikasi jaringan berkomunikas dengan layanan jaringan. Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan sevice lain yang di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya. Protokol yang bekerja pada layer ini adalah:

  1. HTTP (Hyper Text Transfer Protocol).
  2. FTP (File Transfer Protocol).
  3. DNS (Domain Name System).
  4. POP3 (Post Office Protocol).
  5. MIME (Multipurpose Internet Mail Extension).
  6. SMB (Server Message Block).
  7. NNTP(Network News Transfer Protocol).
  8. DHCP (Dynamic Configuration Protocol).

  • Presentasion Layer

Berfungsi sebagai mentranslasikan data yang akan ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berjalan pada layer ini adalah:

  1. TELLNET
  2. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol).
  3. SNMP (Simple Network Management Protocol).

  • Session Layer

Berfungis untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Protokol yang berjalan pada layer ini adalah:

  1. NETBIOS.
  2. NETBEUI (NETBIOS Extended User Interface).
  3. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol).
  4. PAP (Printer Access Protocol).
  5. SPDU (Session Protocol Data Unit).

  • Transport Layer

Berfungsi untuk membagi data ke pada paket data dan memberikan nomor urut ke paket-paket itu sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Bukan itu saja level ini pun membuat ciri bahwa paket diterima dengan sukses dan mentrasmisikan ualng paket-paket yang hilang di tengah jalan. Protokol yang berjalan pada layer ini adalah:

  1. TCP (Transmission Control Protocol).
  2. UDP (User Datagram Protocol).

  • Network Layer

Berfungsi untuk mengartikan alamat IP, membuat header buat paket, lalu melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3. Protokol yang berjalan pada layer ini adalah:

  1. IP (Internetworking Protocol).
  2. ARP (Address Resolution Protocol).
  3. RARP (Reverse Address Resolution Protocol).
  4. ICMP (Internet Control Message Protocol).
  5. IGMP (Internet Group Message Protocol).

  • Data Link Layer

Berfungsi untuk memastikan bagaimana bit-bit data disatukan menjadi format yang disebut frame. Tidak hanya itu dalam level ini pun terjadi koreksi error, floe control, pengalamatan hardware dan menentukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, switch, repeater berfungsi. urayan IEEE 802 dibagi menjadi 2 level yaitu: LLC (Logical Link Control) dan MAC (Media Access Control). Protokol yang berjalan pada layer ini adalah:

  1. PPP (Point to Point Protocol).
  2. SLIP (Serial Line Internet Protocol).

  • Physical Layer

Berguna untuk mengartikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan, topologi jaringan dan pengkabelan. Bukan hanya itu level inipun mengartikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.


Tujuan OSI LAYER

Tujuan meggunakan OSI adalah untuk membantu desainer jaringan agar mengerti fungsi dari setip layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Berikiut jenis-jenis protokol jaringan serta metode transmisi.


Cara Kerja OSI Layer

Cara berjalannya data host pada jaringan dibilang cukup panjang, semua data tersebut harus melalui setiap layer dari OSI untuk dapat sampai ke host tujuan. Misalnya ketika kalian akan mengirimkan email ke komputer lain dalam sebuah jaringan komputer.

Cara kerja yang pertama adalah application layer, iyalah menyediakan program aplikasi email yang akan digunakan untuk mengirim data ke komputer lain melalui jaringan. Dalam presentation layer email itu lalu diubah menjadi sebuah format jaringan. Kemudian pada session layer akan dibentuk sebuah sesi perjalanan data tersebut dari mulai dibentuk hingga selesainya proses pengiriman.

Dalam mengirim layer data itu dibagi menjadi bagian-bagian kecil lalu akan disatukan kembali pada pengirim layer penerima. Dalam network layer akan dibuatkan sebuah alamat serta dipastikan jalan yang akan dilewati oleh data itu untuk dapat sampai ke tujuan. Dalam link layer data itu dibentuk menjadi sebuah frame dan alamat fisik dari perangkat pengirim dan penerima akan di tetapkan.

Lalu dalam layer bontot physical layer mengirimkan data itu melewati sebuah medium jaringan, menuju ke lapisan transport si penerima. Lalu kemudian alur yang sama terjadi pada komputer tujuan namun dimulai dari layer paling bawah (physical layer) hingga ke layer paling atas (application layer).


Manfaat OSI Layers

  • Membuat peralatan vendor yang berbeda dapat saling bekerja sama.
  • Membuat Standarisasi yang dapat dipakai vendor untuk mengurangi kerumitan dalam perancangan.
  • Modulator engineering.
  • Kerja sama dan komunikasi teknologi yang berbeda.
  • Memudahkan pelatihan jaringan.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Pengertian Osi Layer: Sejarah, Fungsi, Tujuan dan Manfaatnya semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang: