Pengertian Keluarga Menurut Ahli: Fungsi dan Macam!

Diposting pada

Pengertian Keluarga Menurut Ahli: Fungsi dan Macam! – Keluarga merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan. Keluarga menjadi tempat pertama seseorang memulai kehidupannya. Keluarga membentuk suatu hubungan yang sangat erat antara ayah, ibu, maupun anak. Hubungan tersebut terjadi dimana antar anggota keluarga saling berinteraksi. Interaksi tersebut menjadikan suatu keakraban yang terjalin di dalam keluarga, dalam keadaan yang normal maka lingkungan yang pertama yang berhubungan dengan anak adalah orang tuanya, saudara- saudaranya serta mungkin kerabat dekatnya yang tinggal serumah.

Lewat lingkungan tersebut  anak mulai mengenal dunia sekelilingnya dan pola pergaulan hidup yang berlaku sehari-hari melaui lingkungan itulah anak mengalami proses sosialisasi awal. Keluarga sebagai institusi sosial terkecil, merupakan fondasi dan investasi awal untuk membangun kehidupan sosial dan kehidupan bermasyarakat secara luas menjadi lebih baik. Sebab, di dalam keluarga internalisasi nilai-nilai dan norma-norma sosial jauh lebih efektif dilakukan dari pada melalui institusi lainnya di luar lembaga keluarga. Peran aktif orang tua terhadap perkembangan anak sangat diperlukan terutama pada saat mereka masih berada dibawah usia lima tahun.

Peran aktif orang tua merupakan sebuah usaha yang secara langsung dalam memberikan sosialisasi terhadap anak dan juga menciptakan lingkungan rumah sebagai lingkungan sosial yang pertama dijumpai oleh anak. Anak menjadi hal terpenting yang harus diperhatikan oleh keluarga, dalam kehidupannya anak perlu mendapat perhatian khusus dari orang tua baik ayah maupun ibu, hal itu dikarenakan keluarga merupakan tempat pertama yang menerima anak lahir didunia.

Tidak hanya hal itu keluarga juga menjadi tempat bagaimana anak belajar dalam berkehidupan yaitu dari awal cara makan sampai anak belajar hidup dalam masyarakat. Keluarga menjadi hal yang terpenting dalam membawa anak untuk menjadi seorang individu yang baik. Keluarga merupakan pusat pendidikan yang pertama dan terpenting.

Sejak timbulnya peradaban manusia sampai sekarang, keluarga selalu berpengaruh besar terhadap perkembangan anak. Peranan orang tua bagi pendidikan anak adalah memberikan dasar pendidikan, sikap, dan ketrampilan dasar seperti budi pekerti, sopan santun, estetika, kasih sayang, rasa aman, dasar-dasar mematuhi peraturan dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan. Pentingnya peranan orang tua dalam pendidikan anak telah disadari oleh banyak pihak.

Mengasuh, membina dan mendidik anak dirumah merupakan kewajiban bagi setiap orang tua dalam usaha membentuk pribadi anak. Sosialisasi menjadi sangat penting dalam pembentukan kepribadian anak. Lewat sosialisasi yang baik, anak merasa diperhatikan oleh orang tuanya sehingga dia mempunyai suatu motivasi dalam membentuk kepribadian yang baik. Keluarga sangat berpengaruh besar terhadap sosialisasi anak. Individu dapat menjadi makhluk sosial yang dipengaruhi oleh faktor keturunan atau alam dan faktor lingkungan atau asuhan .

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju bagi keluarga saat ini akan lebih senang jika suami dan istri menjadi sosok manusia karier yang pergi pagi pulang sore atau malam hari, sementara anak cukup dititipkan di lembaga-lembaga pendidi kan dalam waktu keseharian atau ditinggalkan bersama pembantu dan baby sister,orang tua merasa sudah menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai orangtua ketika kebutuhan anak-anak mereka secara material sudah terpenuhi. Sehingga banyaknya kegiatan dan pekerjaan menjadikan anak kurang mendapatkan perhatian.

Keadaan inilah yang membuat semangan berhubungan atau kondisi bertatap muka antara anak dan orang tua semakin jarang. Sebab, pagi hari masing-masing sudah beraktifitas sesuai kesibukannya. Banyaknya kegiatan atau pekerjaan maupun orang tua yang enggan dalam mengurus anak menjadikan sosialisasi yang seharusnya diterima anak dalam keluarga tergeser oleh suatu lembaga pendidikan di luar keluarga.

Kebanyakan orang tua mengira bahwa sosialisasi yang dilakukan lembaga lebih baik dari pada yang dilakukan di dalam keluarga. Ibu dan ayah tersebut mungkin tidak sadar bahwa sudah terjadi suatu pergeseran sosialisasi yang seharusnya diterima anak dalam keluarga yang mengakibatkan adanya disfungsi sosialisasi dalam keluarga.


8 Fungsi Keluarga

  • Fungsi Keagamaan

Fungsi ini untuk membangun mausia agar bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa . hal ini harus dilakukan oleh semua keluarga sebab agama sudah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia dan sebagai landasan idiil Negara kita pada sila pertama. Contoh : Iman, taqwa, kejujuran, tenggang rasa, rajin, kesholehan , ketaatan, suka membantu, disiplin, sopan santun, kesabaran, kasih sayang, tanggung jawab terhadap anak.


  • Fungsi Sosial Budaya

Merupakan fungsi pelestarian budaya bangsa lewat keluarga dimana untuk mencerminkan tingkah laku suatu bangsa. Contoh : gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, kebangsaan, dan sebagainya.


  • Fungsi Cinta Kasih

Fungsi ini merupakan suatu perwujudan bahwa pada hakekatnya manusia haruslah mencintai dan mengasihi sesame anggota keluarga dan kemudian untuk mengasihi masyarakat dimana mereka berada. Contoh : empati, akrab, adil, pemaaf,, setia, pengorbanan, suka menolong, tanggung jawab.


  • Fungsi Perlindungan

Fungsi perlindungan wajib diadakan agar adanya kenyamanan dalam keluarga. Contoh : aman, pemaaf, tanggap, tabah.


  • Fungsi Reproduksi

Fungsi ini adalah suatu fungsi yang hakiki karena manusia harus dapat melanjutkan keturunannya dan yang diharapkan adalah keturunan yang berkualitas.


  • Fungsi Sosialisai dan Pendidikan

Fungsi ini merupakan yang dirancang untuk generasi yang lebih baik dengan diadakannya Bina Keluarga Balita.


  • Fungsi Ekonomi

Upaya yang dilakukan dalam memberikan suatu kegiatan yang bersifat ekonomis yang sangat produktif untuk, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan sebagai wahana pendidikan pada keluarga . Contoh : hemat, teliti, disiplin, peduli, ulet.


  • Fungsi Pelestarian Lingkungan

Upaya untuk melestarikan lingkungan hidup yang sejuk dan penuh keindahan yang tidak terlepas dari keberhasilan dalam pengendalian pertumbuhan penduduk.

Pengertian Keluarga Menurut Ahli

  • Reisner

Menurut beliau keluarga merupakan suatu angota yang terdiri atas dua orang atau lebih yang masing-masing memiliki hubungan kekerabatan yang terdiri dari bapak, ibu, adik, kakak, kakek dan nenek.


  • Logan’s

Ia menjelaskan bahwa Keluarga merupakan sebuah tataan sosial dan kumpulan dari beberapa anggota yang saling berinteraksi satu sama lain.


  • Gillis

Menurutnya Keluarga merupakan sama dengan sebuah kesatuan yang kompleks dengan tanda yang dimiliki tetapi terdiri dari beberapa komponen yang masing-masing mempunyai arti sebagaimana unit individu.


  • Duvall

Keluarga merupakan sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial dari tiap anggota.


  • Johnson’s

Keluarga merupakan adanya dua orang yang memiliki hubungan darah yang sama atau tidak, yang terlibat dalam kehidupan yang terus menerus, yang tinggal dalam satu atap, yang mempunyai hubungan sentimetal dan memiliki kewajiban antara satu orang dengan yang lainnya.


  • Bentler et. Al (1989)

keluarga merupakan bentuk kumpulan sosial yang khas memiliki kebersamaan seperti ikatan keluarga, emosional, memberikan perhatian, tujuan orientasi kepentingan dan memberikan asuhan untuk berkembang.


  • National Center for Statistic

Beliau mengartikan Keluarga adalah bentuk kelompok yang terjadi dari dua orang atau lebih yang memiliki berhubungan dengan kelahiran, perkawinan atau adopsi serta tinggal bersama dalam satu rumah.


  • Spradley dan Allender

Satu atau lebih individu yang tinggal bersama, sehingga mempunyai ikatan emosional, dan mengembangkan dalam interelasi sosial, peran dan tugas.


  • BKKBN

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami istri dan anaknya, atau ayah dengan anaknya, atau ibu dengan anaknya.


Macam-macam Fungsi Keluarga

  • Fungsi Biologis

Dengan fungasi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya. Persiapan perkawinan yang perlu dilakukan oleh orang-orang tua bagi anak-anaknya dapat berbentuk antara lain pengetahuan tantang kehidupan sex bagi suami istri, pengetahuan mengatur rumah tangga bagi sang istri, tugas dan kewajiban bagi suami, memelihara pendidikan bagi anaak-anak dan lain-lain. Dengan persiapan deperti ini dapat terbentuk keluarga yang harmonis dan berpengaruh baik bagi kehidupan bermasyarakat.


  • Fungsi Pemeliaharaan

Keluarga diharuskan untuk berusaha suapaya semua keluarganya terlindung dari gangguan-gangguan sebagai berikut :

  1. gangguan udara dengan berusaha menyediakan rumah;
  2. gangguan penyakit denagan menyediakan obat-obatan;
  3. gangguan bahaya dengan berusaha menyediakan senjata, pagar tembok dan lain-lain.

  • Fungsi Ekonomi

Keluarga barusaha menyelenggarakan kebutuhan manusia yang pokok yaitu :

  1. Kebutuhan makan dan minum
  2. Kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya
  3. Kebutuhan tempat tinggal.

  • Fungsi Keagamaan

Dengan dasar pedoman ini keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


  • Fungsi Sosial

Dengan fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan-peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak bila sudah dewasa yag disebut sosialisasi.

Dalam fungsi ini juga harus ada pewarisan kebudayaan dan nilai-nilainya, misalnya : sopan santun, bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang baik buruknya perbuatan dan lain-lain. Dengan melalui nasihat dan larangan, orang tua menyampaikan norma-norma hidup tertentu dalam bertingkah laku.

Dalam buku Ilmu Sosial Dasar karangan Drs. Soewaryo Wangsanegara dikatakan bahwa fungsi-fungsi keluarga meliputi :

  1. Pembentukkan kepribadian; dalam lingkungan keluarga, para orang tua meletakkan dasar-dasar kepribadiankepada anak-anaknya, dengan tujuan untuk memproduksikan serta melestarikan kepribadian mereka kepada anak cucu dan keturunannya.
  2. Erat kaitannya dengan butir, keluarga juga berfungsi sebagai alat reproduksi kepribadian-kepribadian yang berakar dari etika, estetika, moral, keagamaan, dan kebudayaan yang berkorelasi fungsional dengan sebuah struktur masyarakat tertentu.
  3. Keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat, karena menempati posisi kunci. Keluarga untuk tahap dan saluran pertama dalam transmisi kebudayaan.
  4. Peran Keluarga dalam Pembangunan Karakter Generasi Penerus Bangsa

Generasi berkualitas adalah para remaja atau para pemuda yang kecerdasannya tidak terbatas pada kecerdasan intelektual saja, tetapi jugamemiliki kecerdasan emosional yang bagus. Tak dapat dipungkiri, Indonesia membutuhkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Generasi berkualitas dibentuk oleh lingkungan yang kondusif. Lingkungan yang kondusif adalah lingkungan yang peduli terhadap proses pertumbuhan dan pengembangan para remaja, yang memberikan cara, memberikan fasilitas, aturan dan pemberian reward punishment yang seimbang selama proses tumbuh kembang mereka.

Disinilah peran penting keluarga dalam membentuk generasi yang berkualitas sangat dibutuhkan jelas peran keluarga terutama orang tua sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang anak di segala aspek, perkembangan fisik, intelektual, emosi, moral, kepribadian dan spiritual. Kebutuhan akan kelekatan psikologis, kebutuhan akan stimulasi fisik dan mental dimana diperlukan perhatian yang sangat besar dari orang tuanya, serta kebutuhan rasa aman merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi bagi anak agar dapat mencapai tumbuh kembang optimal.

Keluarga merupakan institusi terkecil dalam masyarakat. Masyarakat adalah unit yang membentuk negara. Sebab keluarga sangat penting dalam menjadikan setiap sifat individu. Karakter merupakan kunci bagi sumber daya manusia yang berkualitas. Sehingga, pendidikan karakter sejak usia dini merupakan hal yang penting.

Berbagai masalah yang dihadapi di negara kita salah satunya diakibatkan oleh adanya krisis karakter  para pejabat negara. Misalnya saja kasus korupsi. Tidak hanya masalah pejabat negara dengan kasus korupsinya saja, namun juga masalah generasi muda bangsa yang nampaknya sudah jauh dari perilaku baik. Sebut saja tauran antar pelajar, sex pra nikah atau bahkan hal terkecil seperti menyontek, berlaku tidak sopan dengan teman, orang tua maupun guru dan berbicara tidak baik.

Masalah tersebut tidak akan terjadi jika keluarga melakukan fungsinya dengan benar. Semakin hari, dapat terlihat bahwa hancurnya nilai luhur yang terkandung dalam keluarga. Keluarga memiliki fungsi yang tidak terbatas. Dalam ilmu pendidikan, keluarga adalah yang paling utama mendidik sebab semua pengetahuan dan kepintaran manusia yang pertama didapat dari orang tua dan anggota keluarganya sendiri. Posisi orang tua dalam menciptakan anak yang berkualitas sangatlah besar.

Tetapi keluarga sering tidak perduli dalam pembentukan sikap moral anak. Terkadang juga orang tua tidak memikirkan bagaimana perkembangan tingkah anaknya sampai tidak begitu fokus dalam membentuk semangat anak supaya menjadi seorang pribadi yang berkualitas di masa yang akan datang.

Dengan tuntutan globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini, komunikasi antar anggota keluarga terkadang sangat sulit dilakukan. Terkadang orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya jarang atau bahkan tidak pernah memberikan pengarahan kepada anak. Ketiadaan pengarahan dari orang tua terhadap anak, akan mengombang-ambingkan diri anak dalam suatu kebimbangan yang tidak menentu.

Tidak ada pendidikan dan sosialisasi yang diberikan orang tua kepada anaknya. Sekarang,  juga banyak kasus perceraian yang dapat berdampak buruk terhadap anak. Anak yang broken home sering sekali terbawa aliran yang tidak baik dalam pergaulan, apalagi anak itu masih remaja.

Media, khususnya media televisi juga dapat menyumbang dampak negatif dalam pengembangan karakter individu. Sebagian besar pasti setiap keluarga mempunyai televisi. Sehingga pengaruh dari telefisi tersebut bisa cukup besar. Sekarang ini, sulit sekali menemukan tayangan-tayangan yang bermanfaat khususnya tayangan untuk anak. Terkadang, tayangan untuk anak tersebut sebenarnya tidak cocok bila ditonton oleh anak kecil. Jika orang tua tidak ada perhatian khusus terhadap hal ini, anak pun dapat terkena pengaruh yang negatif.

Kasih sayang dan perhatian antara sesama anggota keluarga yang besar merupakan salah satu cara membentuk ketahanan keluarga. Sebuah keluarga yang memiliki ketahanan yang bagus akan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam keluarga. Keadaan seperti itu dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan emosional anak yang dapat menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Apabila sebuah keluarga telah dapat mengelola sumber daya yang dimiliki dan menanggulangi masalah yang dihadapi, maka Indonesia akan memiliki para generasi penerus bangsa yang kualitasnya bagus. Dengan adanya generasi berkualitas bukan tidak mungkin Indonesia dapat menjadi sebuah Negara yang diperhitungkan oleh dunia luar.


Kesimpulan

Keluarga merupakan pusat pendidikan yang pertama dan terpenting. Peranan orang tua bagi pendidikan anak adalah memberikan dasar pendidikan, sikap, dan ketrampilan dasar seperti budi pekerti, sopan santun, estetika, kasih sayang, rasa aman, dasar-dasar mematuhi peraturan dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan. Mengasuh, membina dan mendidik anak dirumah merupakan kewajiban bagi setiap orang tua dalam usaha membentuk pribadi anak. Sosialisasi menjadi sangat penting dalam pembentukan kepribadian anak. Lewat sosialisasi yang baik, anak merasa diperhatikan oleh orang tuanya sehingga dia mempunyai suatu motivasi dalam membentuk kepribadian yang baik.

Pada ilmu pendidikan, keluarga adalah yang pertama memberikan pendidikan, sebab semua pengetahuan dan kepintaran manusia yang pertama kali didapat dari orang tua dan kelompok keluarganya sendiri. Posisi orang tua dalam membuat anak yang berkualitas cukuplah besar. Berbagai masalah yang dihadapi di negara kita salah satunya diakibatkan oleh adanya krisis karakter. Masalah tersebut tidak akan terjadi jika keluarga melakukan fungsinya dengan benar.

Apabila sebuah keluarga telah dapat mengelola sumber daya yang dimiliki dan menanggulangi masalah yang dihadapi, maka Indonesia akan memiliki para generasi penerus bangsa yang kualitasnya bagus. Dengan adanya generasi berkualitas bukan tidak mungkin Indonesia dapat menjadi sebuah Negara yang diperhitungkan oleh dunia luar.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Pengertian Keluarga Menurut Ahli: Fungsi dan Macam! semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare :).

Baca juga artikel lainnya tentang: